Revival Of Islamic Faith Foundation
News Update :

Kajian

Bantahan

Fiqih

Download ebook Fiqih Prioritas

4 Mei 2012


Fiqih Prioritas merupakan sebuah topik yang sangat penting, karena ia memberikan solusi terhadap tiadanya keseimbangan –dari sudut pandang agama– dalam memberikan penilaian terhadap perkara-perkara, pemikiran dan perbuatan; mendahulukan sebagian perkara atas sebagian yang lain; mana perkara yang perlu didahulukan, dan mana pula perkara yang perlu diakhirkan; perkara mana yang harus diletakkan dalam urutan pertama, dan perkara mana yang mesti ditempatkan pada urutan ke tujuh puluh pada anak tangga perintah Tuhan dan petunjuk Nabi Muhammad SAW.
Persoalan ini begitu penting mengingat keseimbangan terhadap masalah-masalah yang perlu diprioritaskan oleh kaum Muslimin telah hilang dari mereka pada zaman kita sekarang ini.
Sebelumnya, Dr Yusuf Qardhawi menyebut perkara ini dengan istilah fiqih urutan pekerjaan, namun sekarang ini dan sejak beberapa tahun yang lalu beliau menemukan istilah yang lebih pas, yaitu fiqih prioritas, karena istilah yang disebut terakhir lebih mencakup, luas, dan lebih menunjukkan kepada konteksnya.
Kajian dalam buku fiqih prioritas ini sebetulnya dimaksudkan untuk menyoroti sejumlah prioritas yang terkandung di dalam ajaran agama, berikut dalil-dalilnya, agar dapat memainkan peranannya di dalam meluruskan pemikiran, membetulkan metodologinya, dan meletakkan landasan yang kuat bagi fiqh ini. Sehingga orang-orang yang memperjuangkan Islam dan membuat perbandingan mengenainya, dapat memperoleh petunjuk darinya; kemudian mau membedakan apa yang seharusnya didahulukan oleh agama dan apa pula yang seharusnya diakhirkan; apa yang dianggap berat dan apa pula yang dianggap ringan; dan apa yang dihormati oleh agama dan apa pula yang disepelekan olehnya. Dengan demikian, tidak akan ada lagi orang-orang yang melakukan tindakan di luar batas kewajaran, atau sebaliknya, sama sekali kurang memenuhi syarat. Pada akhirnya, buku fiqih prioritas ini mampu mendekatkan pelbagai pandangan antara orang-orang yang memperjuangkan Islam dengan penuh keikhlasan.
Download: Buku Fiqih Prioritas
Download Ebook Fiqih Prioritas

Konsep al-Qur’an Tentang Fitrah dan Kaitannya dengan Teori Belajar-Mengajar

3 Mei 2012



Dari Abu Hurairah,bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya
“Setiap anak yang dilahirkan itu telah membawa fitrah beragama (perasaan percaya kepada Allah); maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan anak tersebut, yahudi, nasrani, majusi, atau dia masuk ke dalam Islam”.(hadits riwayat Imam Al Bukhari)

Hadits ini menegaskan bahwa setiap anak yang lahir tidaklah kosong mlompong,melainkan sudah membawa potensi iman kepada Allah. Sehingga, jika pendidikan yang diterima anak di lingkungan rumah baik, mampu mengarahkan dan mengokohkan keimanan anak, pergaulan social mayarakat baik, serta tersedianya lingkungan belajar yang aman, murah, program yang mampu membentuk keimanan dan kepribadian Islam yang tangguh, maka tidak diragukan lagi anak akan tumbuh besar pada landasan iman yang kuat, akhlaq mulia dan mampu menyelesaikan problem kehidupan sesuai dengan ketentuan Syariat Islam.

Menjawab Tuduhan: Nabi Muhammad Bukan keturunan Nabi Ibrahim

2 Mei 2012






Bismillah ..
Rasulullah, keturunan ke-61 dari Nabi Ismail

Watsilah bin Asyqo berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturunan Ismail dan Allah memilih Quraisy dari keturunan Kinanah. Allah memilih Bani Hasyim dari Quraisy dan Allah memilih aku dari keluarga Bani Hasyim” (HR. Muslim dan At-Tirmidhi)
Hadith di atas, adalah informasi dari Rasulullah, mengenai silsilah beliau. Dan tidak ada maksud, untuk membangga-banggakan kemuliaan nasab yang dimilikinya.

Bani Hasyim – Suku Quraisy – Bani Kinanah
Rasulullah berasal dari Bani Hasyim, yang bertanggung-jawab dalam Pemeliharaan Ka’bah. Bani Hasyim dinisbatkan kepada anak keturunan Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr (Quraisy). Rasulullah sendiri adalah cicit dari Hasyim bin Abdu Manaf, dengan nasab : Muhammad Rasulullah bin Abdullah bin Abdu Muthalib bin Hasyim.
Keluarga Bani Hasyim, merupakan bagian dari Suku Quraisy, yang merupakan anak keturunan Fihr (Quraisy) bin Malik bin Al Nadhar bin Kinanah. Sementara Suku Quraisy, merupakan pecahan dari Bani Kinanah, yang berasal dari Kinanah bin Khuzayma bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.
Sebagian besar bangsa Arab, termasuk Bani Kinanah, hanya mengetahui leluhur mereka sampai kepada Adnan. Umar bin Khatab pernah berkata : “Kami mengetahui daftar nenek moyang hanya sampai kepada Adnan”, bahkan Ibnu Abbas pernah menyatakan “antara Adnan dan Ismail ada 30 generasi yang tidak diketahui”.

Fiqih Prioritas Dalam Islam

26 April 2012





Bismillah ..

Islam mengajarkan seluruh tata cara beramal dalam kehidupan ini, termasuk dalam hal-hal yang membutuhkan skala prioritas. Dengan kata lain, umat Islam perlu memahami tentang aktifitas-aktifitas yang wajib dan mendesak untuk didahulukan dan juga perlu mengetahui hal-hal yang diahirkan dari keseluruhan aktifitas-aktifitas. Pemahaman ini (fiqh) mutlak dibutuhkan agar umat Islam mampu mengerjakan seluruh kewajiban-kewajibannya secara optimal dan mampu meninggalkan larangan-larangan Alah SWT secara bertahap.

Fiqh prioritas memiliki hubungan yang sangat erat dengan fiqh lainnya terutama fiqh pertimbangan (muwazanah). Kaitannya dengan fiqh muwazanah itu dapat dilihat dari peranan pentingnya yaitu :- Memberikan pertimbangan antara berbagai kemaslahatan dan manfaat dari berbagai kebaikan yang disyariatkan- Memberikan pertimbangan antara berbagai bentuk kerusakan , mudharat, dan kejahatan yang dilarang oleh agama- Memberikan pertimbangan antara maslahat dan kerusakan, antara kebaikan dan kejelekan apabila dua hal yang bertentangan ini bertemu satu sama lain.

Kemaslahatan itu ada tiga macam yaitu kemaslahtan yang mubah, kemaslahatn yang sunnah, dan kemaslahatan yang wajib. Demikian juga dengan kerusakan ada dua macam yaitu kerusakan yang makruh dan kerusakan yang haram. Dari berbagai pertimbangan tersebut dapat dirumuskan urutan amal (prioritas) mana yang lebih didahulukan atas satu dengan yang lainnya.


Ukuran penting atau tidaknya suatu hal dalam kehidupan kita telah ada sumbernya, yaitu Al Qur-an. Kita bisa mengetahuinya dari banyaknya ayat-ayat yang menyinggung hal tersebut. Misalnya saja tentang ilmu pengetahuan. Ada banyak ayat dalam Al Quran yang menyerukan untuk mengkaji. Baik mengkaji ayat-ayat yang tertulis maupun yang tidak tertulis (alam). Juga banyak ayat yang diakhiri dengan `apakah kamu tidak memikirkan?` , `apakah kamu tidak mengetahui?`
Contoh lain lagi adalah ayat-ayat yang berhubungan dengan aqidah, tauhid yang merupaka pokok ajaran agama. Juga ayat-ayat yang berkaitan dengan ibadah, baik individu maupun sosial. Hal lain yang diberi perhatian adalah yang terkait dengan akhlak, sifat-sifat yang baik, kejujuran, kebenaran, kesederhanaan, rasa malu, rendah hati, harga diri, berbuat baik pada orang tua, memelihara silaturrahim, menyantuni fakir miskin, menyayangi anak yatim. 

Penentuan Skala Prioritas sangat berhubungan dengan kondisi, waktu, juga tempat. Misalnya Prioritas bagi ibu rumah tangga berbeda dengan prioritas bagi pemuda. Prioritas dalam kondisi darurat tentu berbeda dengan prioritas dalam kondisi normal. Al Quran mencontohkan hal-hal ini tidak bisa disamakan. Prioritas tiap zaman juga berbeda. 
Begitu pun dengan ilmu,ilmu adalah petunjuk amal. Dengan ilmu maka amal yang dilakukan menjadi benar. Orang yang berilmu lebih utama daripada ahli ibadah sekalipun bila itu dilakukan tanpa ilmu.

Bila kita dihadapkan pada dua pilihan amal, maka pilihlah yang ringan dan mudah dikerjakan daripada yang berat dan sulit dikerjakan. Demikianlah Islam mempermudah kehidupan kita, dan tidak mempersulitnya. Bisa kita lihat begitu banyak hal-hal yang diberikan keringanan (rukhsah) oleh Allah, dan lebih diutamakan kita mengambil rukhsah itu. Misalnya sholat jama` dan qashar ketika bepergian, boleh berbuka puasa di bulan ramadhan untuk yang sakit, tua, ibu hamil dan menyusui, dll.

Konsep Syariat Tentang Jihad Memerangi Orang Kafir

18 April 2012


Jihad sebagai satu amalan besar dan penting dalam islam dengan keutamaannya yang sangat banyak sekali tentunya menjadi harapan dan cita-cita seorang muslim. Oleh karena itu, sangat penting sekali setiap muslim mengetahui pengertian, ketentuan dan hukum-hukum serta syarat-syarat jihad yang telah dijelaskan dalam Al Qur’an, Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan atsar para salaf umat ini. Hal–hal ini menjadi penentu kesempurnaan jihad fi sabilillah dan diterimanya amalan tersebut, sehingga kita terhindari dari celaan Allah dalam firmanNya,
ู‚ُู„ْ ู‡َู„ْ ู†ُู†َุจِّุฆُูƒُู…ْ ุจِุงู„ْุฃَุฎْุณَุฑِูŠู†َ ุฃَุนْู…َุงู„ุงً * ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุถَู„َّ ุณَุนْูŠُู‡ُู…ْ ูِูŠ ุงู„ْุญَูŠَุงุฉِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَู‡ُู…ْ ูŠَุญْุณَุจُูˆู†َ ุฃَู†َّู‡ُู…ْ ูŠُุญْุณِู†ُูˆู†َ ุตُู†ْุนุงً
“Katakanlah, apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfi: 103-104)

Menganggap dirinya mati syahid padahal amalannya jauh dari kebenaran dan jauh dari aturan syariat Allah. Padahal sudah dimaklumi, amalan tidak diterima Allah sebagai amal sholih kecuali dengan dua syarat yaitu ikhlas dan mengikuti syariat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.
Renungkan kembali wahai orang yang berakal, agar kalian beruntung!!

Pengertian Jihad
Kata Jihad berasal dari kata Al Jahd (ุงู„ุฌَู‡ْุฏ) dengan difathahkan huruf jim-nya yang bermakna kelelahan dan kesusahan atau dari Al Juhd (ุงู„ุฌُู‡ْุฏ) dengan didhommahkan huruf jim-nya yang bermakna kemampuan. Kalimat (ุจَู„َุบَ ุฌُู‡ْุฏَู‡ُ) bermakna mengeluarkan kemampuannya. Sehingga orang yang berjihad dijalan Allah adalah orang yang mencapai kelelahan untuk dzat Allah dan meninggikan kalimatNya yang menjadikannya sebagai cara dan jalan menuju surga. Dibalik jihad memerangi jiwa dan jihad dengan pedang, ada jihad hati yaitu jihad melawan syetan dan mencegah jiwa dari hawa nafsu dan syahwat yang diharamkan. Juga ada jihad dengan tangan dan lisan berupa amar ma’ruf nahi mungkar.[1]

Sedangkan Ibnu Rusyd (wafat tahun 595 H) menyatakan: Jihad dengan pedang adalah memerangi kaum musyrikin atas agama, sehingga semua orang yang menyusahkan dirinya untuk dzat Allah maka ia telah berjihad dijalan Allah, namun kata jihad fi sabilillah bila disebut begitu saja maka tidak terfahami kecuali untuk makna memerangi orang kafir dengan pedang sampai masuk islam atau memberikan upeti dalam keadaan rendah dan hina.[2]

Ibnu Taimiyah (wafat tahun 728H) mendefinisikan jihad dengan pernyataan: Jihad artinya mengerahkan seluruh kemampuan yaitu kemampuan mendapatkan yang dicintai Allah dan menolak yang dibenci Allah.[3]
Dan beliau juga menyatakan: Jihad hakikatnya adalah bersungguh-sungguh mencapai sesuatu yang Allah cintai berupa iman dan amal sholeh dan menolak sesuatu yang dibenci Allah berupa kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan.[4]

Tampaknya tiga pendapat di atas sepakat dalam mendefinisikan jihad menurut syariat islam, hanya saja penggunaan lafadz jihad fi sabilillah dalam pernyataan para ulama biasanya digunakan untuk makna memerangi orang kafir. Oleh karena itu Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al ‘Abaad menyatakan bahwa definisi terbaik dari jihad adalah definisi Ibnu Taimiyah diatas dan beliau menyatakan: “Terfahami dari pernyataan Ibnu Taimiyah diatas bahwa jihad dalam pengertian syar’i adalah nama yang meliputi penggunaan semua sebab dan cara untuk mewujudkan perbuatan, perkataan dan keyakinan (i’tiqad) yang Allah cintai dan ridhai dan menolak perbuatan, perkataan dan keyakinan yang Allah benci dan murkai”[5].

Meneladani Para Sahabat





Tak ada satupun manusia di dunia ini yang menginginkan kerugian atau kegagalan. Sebaliknya, pasti mendambakan kesuksesan. Dalam Islam, indikator hidup sukses seseorang yang hakiki tidaklah diukur dari harta, pangkat dan kedudukan di dunia, melainkan apakah ia masuk surga atau tidak saat di akhirat kelak. Hal ini tercermin dalam QS Ali Imran 185. “…Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka, dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan”.
Saat kita meyakini bahwa sukses hidup yang hakiki adalah masuk surga, maka kita haruslah berusaha untuk menggapainya dengan segala daya upaya serta pengorbanan. Salah satu usaha itu adalah dengan meneladani para sahabat terdahulu yang hidup bersama rosul. Kenapa para sahabat? Karena para sahabatlah orang yang paling tahu dan jujur bagaimana mendapatkan surga. Sehinggga saat kita meneladaninya, maka kita tidak akan tersesat. Begitu pula, saat Alloh SWT menggambarkan sifat-sifat calon penghuni surga dalam ayat-ayat al-Quran, maka yang dimaksudkan adalah sifat para sahabat. Karena saat al-Quran turun, hanya para sahabatlah yang beriman kepada nabi.

HANYA 144.000 YANG MASUK SYURGA

12 April 2012

Dalam Alkitab disebutkan pengikut Yesus yang akan masuk sorga hanyalah 144.000 orang saja, itupun hanya dari orang-orang Israel saja, selain dari orang-orang Israel tentu Yesus tidak mau bertanggung jawab.

HANYA 144.000 YANG MASUK SYURGA
Al-Qur?an menyebutkan bahwa Israel terdiri dari dua belas suku :
Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar QS. 7:160
Dalam Alkitab juga disebutkanbahwa Israel terbagi menjadi 12 suku :
Itulah semuanya suku Israel, dua belas jumlahnya? Kejadian 49:28
Dalam Alkitab disebutkan Yesus memilih dua belas murid yang diambil dari dua belas suku Israel untuk membantu dakwanya :

Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. Injil Matius 10:2-4

Yesus dan murid-muridnya berdakwah hanya untuk dua belas suku Israel ini saja, Yesus melarang murid-nuridnya untuk berdakwa kepada orang-orang selain bangsa Israel :

Ke duabelas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israil. Injil Matius 10:5-6
Bahkan ada nubuat, kelak setelah hari kiamat yaitu hari penghakiman, dua belas murid Yesus tersebut ikut bersama-sama Yesus menghakimi dua belas suku Israel :

.. sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Injil Matius 19:28.

Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Wahyu 7:4

Dari 144.000 orang yang dijamin masuk syurga tersebut adalah dari dua belas suku Israel yang masing-masing suku mendapat jatah 12.000 :

Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan,
dari suku Ruben dua belas ribu,
dari suku Gad dua belas ribu,
dari suku Asyer dua belas ribu,
dari suku Naftali dua belas ribu,
dari suku Manasye dua belas ribu,
dari suku Simeon dua belas ribu,
dari suku Lewi dua belas ribu,
dari suku Isakhar dua belas ribu,
dari suku Zebulon dua belas ribu,
dari suku Yusuf dua belas ribu,
dari suku Benyamin dua belas ribu. Wahyu 7:5-8

Dua belas suku Israel tersebut adalah definisi secara lahiriah, memang betul-betul orang Israel secara fisik, bukan Israel secara Rohani. Jadi menurut ayat tersebut, orang-orang non Israel tidak ada jaminan masuk syurga. Dalam ayat yang lain disebutkan bahwa pintu syurga yang tersedia, sudah tertulis nama-nama suku Israel :

Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua be-las malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel, Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. Wahyu 21:12-13

Untuk orang-orang non Israel, Amerika, Cina, Indonesia, dan lain sebagainya, Alkitab tidak menyebutkan adanya pintu syurga bagi mereka. Tentu untuk masuk syurga, haruslah dengan dalil yang bersumber dari yang menciptakan syurga itu sendiri.

Alkitab justru memberikan keterangan sebaliknya, bahwa Yesus diutus hanya untuk menye-lamatkan orang-orang Israel saja :
Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Kisah Para Rasul 13:23

Dalil-dalil alkitab ini, sungguh bertentangan dengan kenyataan agama Kristen yang menyebar keseluruh dunia, menurut ayat-ayat Alkitab tersebut di atas, Yesus tidak akan menerima iman dari orang-orang non Israel, artinya iman-iman orang Kristen seluruh dunia, akan tertolak dengan sendirinya oleh Yesus. Namun, akhirnya kembali pada keyakinan masing-masing orang.

Pintu Syurga, Hanya Melalui Islam
Allah SWT menyatakan bahwa Muhammad saw adalah seorang utusan bagi seluruh alam :
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (men-jadi) rahmat bagi semesta alam QS. 21:107
Allah SWT menegaskan lagi, bahwa risalah yang dibawa beliau SAW adalah untuk seluruh alam :
Al-Qur'an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. QS. 38:87
Sehingga tidak mengherankan bila seruan-seruan dalam Al-Qur?an dimulai dengan seruan ?hai manusia? atau ?Hai bani Adam? yang menunjukkan keu-niversalan sifat orang-orang yang diseru.
Dalam Alkitab, Yesus memberitakan tentang Islam dan memerintahkan umatnya untuk bertobat
Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat! Injil Matius 4:17
Yang dimaksud kerajaan syurga adalah agama Islam yang di bawa nabi Muhammad saw, hal ini diperkuat dengan ayat berikut ini :

Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu Injil Matius 21:43

BIDADARI di surganya Islam
[44.51] Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman.
[44.52] (yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air;
[44.53] mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk)
berhadap-hadapan,
[44.54] demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka BIDADARI.
[44.55] Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman
(dari segala kekhawatiran),
[44.56] mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia.
Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka,

[52.17] Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan
kenikmatan,
[52.18] mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh
Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka.
[52.19] (Dikatakan kepada mereka): "Makan dan minumlah dengan enak sebagai
balasan dari apa yang telah kamu kerjakan",
[52.20] mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan
mereka dengan BIDADARI-BIDADARI yang cantik bermata jeli.

Adalah fitrah (sifat alami) manusia dewasa (baik laki-laki maupun perempuan)
untuk menyukai kenikmatan seks. Karena, adanya tubuh dan ruh menyebabkan
kita bisa merasakan kenikmatan fisik dan kenikmatan rohani. Jadi, jika Agama Islam mengatakan bahwa keberadaan kita di surga adalah tubuh dan roh.

[Kejadian 2:21] Lalu TUHAN Allah membuat manusia tidur nyenyak, dan selagi
ia tidur, TUHAN Allah mengeluarkan salah satu rusuk dari tubuh manusia itu,
LALU MENUTUP BEKASNYA DENGAN DAGING

sangatlah wajar untuk meyakini bahwa kenikmatan yang didapatpun bisa dirasakan oleh tubuh dan ruh.Kenikmatan yang dirasakan oleh tubuh adalah keabadian, tidak lelah, seks dsb. Sementara kenikmatan yang dirasakan rohani adalah tidak ada kesedihan, kebencian, kecemburuan dan kenikmatan melihat Allah SubhaanaHu Wa Ta'ala

Perhatikan  ayat Al-Qur'an 44:54 dan 52:20:
[44.54] demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.
[52.20] mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami KAWINKAN
mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

Penghuni surga Islam akan DIKAWINKAN lebih dahulu dengan bidadari cantik, jadi ada aturannya. Namun walaupun demikian, KENIKMATAN ROHANI di dalam surganya Islam adalah LEBIH BESAR daripada kenikmatan jasmani seperti disebutkan diatas, sbb:

[9.72] Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mukmin lelaki dan
perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai,
kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga
Adn. Dan keridaan Allah ADALAH LEBIH BESAR; itu adalah keberuntungan yang
besar.

Di sini keridhoan Allah, suatu yang bersifat rohani, dikatakan LEBIH BESAR dari segala kenikmatan jasmani. Semua bentuk penggambaran dalam Al-Qur'an maupun Hadits tentang surga, sebetulnya merupakan USAHA untuk menggambarkan berbagai macam kenikmatan di surga nanti. Nabi mengatakan: kenikmatan surga itu belum pernah mata melihatnya, belum pernah telinga mendengarnya dan belum pernah terlintas dalam hati. Lalu dengan demikian bagaimana CARA MENJELASKANNYA supaya umat Islam tahu, mengerti dan bisa membayangkan? Tentu berupa beberapa penggambaran/perumpamaan seperti dalam ayat-ayat dan hadits .

Kembali kepada penggambaran surga di dalam Islam. Namun bentuk kenikmatan yang akan dijumpai di dalam surga itu persisnya seperti apa, kita belum mengetahuinya secara pasti.

Semua yang ada di ayat al-Qur'an dan hadits adalah suatu usaha untuk menggambarkan bentuk kenikmatan yang nilainya "kira-kira hampir sama" antara yang berada di dunia dengan di surga nanti. Yang ingin disampaikan adalah "nilai kenikmatannya", namun sukar untuk menyampaikannya kepada umat manusia kecuali melalui perumpamaan-perumpamaan kenikmatan" di dunia dalam kadar yang sangat tinggi.

Adanya Siksa Kubur

5 April 2012


Bismillah ..

Sebenarnya adanya azab kubur itu sesuatu yang sudah qath’i dan pasti sifatnya. Tidak perlu dipermasalahkan .Tentunya hadits Rasulullah SAW, kita mendapatkan dalil yang jelas dan qath’i. Demikian juga Rasulullah SAW menyebut-nyebut azab kubur secara tegas, jelas dan terang.

Disebutkan pula dalam Al Qur’an. Sehingga dengan sangat pasti kita dapat katakan bahwa pembicaraan mengenai siksa kubur adalah mutawatir karena riwayat Al Qur’an adalah mutawatir dan bukan Ahad.

Allah Ta’ala berfirman,
ูˆَุญَุงู‚َ ุจِุขَู„ِ ูِุฑْุนَูˆْู†َ ุณُูˆุกُ ุงู„ْุนَุฐَุงุจِ (45) ุงู„ู†َّุงุฑُ ูŠُุนْุฑَุถُูˆู†َ ุนَู„َูŠْู‡َุง ุบُุฏُูˆًّุง ูˆَุนَุดِูŠًّุง ูˆَูŠَูˆْู…َ ุชَู‚ُูˆู…ُ ุงู„ุณَّุงุนَุฉُ ุฃَุฏْุฎِู„ُูˆุง ุขَู„َ ูِุฑْุนَูˆْู†َ ุฃَุดَุฏَّ ุงู„ْุนَุฐَุงุจِ



46)
Dan Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang , dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras".” (QS. Al Mu’min: 45-46).
Mari kita perhatikan penjelasan para pakar tafsir mengenai potongan ayat ini:
ุงู„ู†َّุงุฑُ ูŠُุนْุฑَุถُูˆู†َ ุนَู„َูŠْู‡َุง ุบُุฏُูˆًّุง ูˆَุนَุดِูŠًّุง
"Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.”
Al Qurtubhi –rahimahullah- mengatakan,
“Sebagian ulama berdalil dengan ayat ini tentang adanya adzab kubur. ... Pendapat inilah yang dipilih oleh Mujahid, ‘Ikrimah, Maqotil, Muhammad bin Ka’ab. Mereka semua mengatakan bahwa ayat ini menunjukkan adanya siksa kubur di dunia.” (Al Jaami’ Li Ahkamil Qur’an, 15/319)
Asy Syaukani –rahimahullah- mengatakan,
“Yang dimaksud dengan potongan dalam ayat tersebut adalah siksaan di alam barzakh (alam kubur). ” (Fathul Qodir, 4/705)
Fakhruddin Ar Rozi Asy Syafi’i –rahimahullah- mengatakan,
“Para ulama Syafi’iyyah berdalil dengan ayat ini tentang adanya adzab kubur. Mereka mengatakan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa siksa neraka yang dihadapkan kepada mereka pagi dan siang (artinya sepanjang waktu) bukanlah pada hari kiamat nanti. Karena pada lanjutan ayat dikatakan, “dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras” [Berarti siksa neraka yang dinampakkan pada mereka adalah di alam kubur.

Tidak bisa juga kita katakan bahwa yang dimaksudkan adalah siksa di dunia. Karena dalam ayat tersebut dikatakan bahwa neraka dinampakkan pada mereka pagi dan siang, sedangkan siksa ini tidak mungkin terjadi pada mereka ketika di dunia. Jadi yang tepat adalah dinampakkannya neraka pagi dan siang di sini adalah setelah kematian (bukan di dunia) dan sebelum datangnya hari kiamat. Oleh karena itu, ayat ini menunjukkan adanya siksa kubur bagi Fir’aun dan pengikutnya. Begitu pula siksa kubur ini akan diperoleh bagi yang lainnya sebagaimana mereka.” (Mafaatihul Ghoib, 27/64)
Ibnu Katsir –rahimahullah- mengatakan,
“Ayat ini adalah pokok aqidah terbesar yang menjadi dalil bagi Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengenai adanya adzab (siksa) kubur yaitu firman Allah Ta’ala,
ุงู„ู†َّุงุฑُ ูŠُุนْุฑَุถُูˆู†َ ุนَู„َูŠْู‡َุง ุบُุฏُูˆًّุง ูˆَุนَุดِูŠًّุง
Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim,
7/146)

Penolakan terhadap siksa kubur ,beralasan bahwa riwayat yang menerangkan aqidah semacam ini adalah hadits ahad. Sedangkan hadits ahad tidak boleh dijadikan rujukan dalam masalah aqidah karena aqidah harus 100 % qoth’i, tidak boleh ada zhon (sangkaan) sedikit pun.

Bukankah Al Qur’an adalah mutawatir?
Lalu bagaimana dengan do’a berlindung dari adzab kubur yang dibaca ketika tasyahud akhir.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุฅِุฐَุง ูَุฑَุบَ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ุชَّุดَู‡ُّุฏِ ุงู„ุขุฎِุฑِ ูَู„ْูŠَุชَุนَูˆَّุฐْ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ู…ِู†ْ ุฃَุฑْุจَุนٍ ู…ِู†ْ ุนَุฐَุงุจِ ุฌَู‡َู†َّู…َ ูˆَู…ِู†ْ ุนَุฐَุงุจِ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ ูˆَู…ِู†ْ ูِุชْู†َุฉِ ุงู„ْู…َุญْูŠَุง ูˆَุงู„ْู…َู…َุงุชِ ูˆَู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ุงู„ْู…َุณِูŠุญِ ุงู„ุฏَّุฌَّุงู„ِ
Jika salah seorang di antara kalian selesai tasyahud akhir (sebelum salam), mintalah perlindungan pada Allah dari empat hal: [1] siksa neraka jahannam, [2] siksa kubur, [3] penyimpangan ketika hidup dan mati, [4] kejelekan Al Masih Ad Dajjal.” (HR. Muslim). Do’a yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah,
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّู‰ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุนَุฐَุงุจِ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ ูˆَุนَุฐَุงุจِ ุงู„ู†َّุงุฑِ ูˆَูِุชْู†َุฉِ ุงู„ْู…َุญْูŠَุง ูˆَุงู„ْู…َู…َุงุชِ ูˆَุดَุฑِّ ุงู„ْู…َุณِูŠุญِ ุงู„ุฏَّุฌَّุงู„ِ
Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal [Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal].” (HR. Muslim)
 Dalil-Dalil As Sunnah
Dalil-dalil Syar’i dari As Sunnah Ash Shahihah tentang adanya azab kubur sangat banyak, di antaranya:

1. Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha:

ุฃَู†َّ ูŠَู‡ُูˆุฏِูŠَّุฉً ุฏَุฎَู„َุชْ ุนَู„َูŠْู‡َุง ูَุฐَูƒَุฑَุชْ ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ ูَู‚َุงู„َุชْ ู„َู‡َุง ุฃَุนَุงุฐَูƒِ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…ِู†ْ ุนَุฐَุงุจِ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ ูَุณَุฃَู„َุชْ ุนَุงุฆِุดَุฉُ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุนَู†ْ ุนَุฐَุงุจِ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ ูَู‚َุงู„َ ู†َุนَู…ْ ุนَุฐَุงุจُ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ ู‚َุงู„َุชْ ุนَุงุฆِุดَุฉُ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡َุง ูَู…َุง ุฑَุฃَูŠْุชُ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุจَุนْุฏُ ุตَู„َّู‰ ุตَู„َุงุฉً ุฅِู„َّุง ุชَุนَูˆَّุฐَ ู…ِู†ْ ุนَุฐَุงุจِ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ
ุฒَุงุฏَ ุบُู†ْุฏَุฑٌ ุนَุฐَุงุจُ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ ุญَู‚ٌّ

Bahwa wanita Yahudi masuk kepada ‘Aisyah, lalu dia menyebutkan tentang azab kubur, maka dia berkata kepadanya: “Berlindunglah kamu kepada Allah dari azab kubur.” Maka ‘Aisyah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang azab kubur. Rasulullah menjawab: “Benar, azab kubur ada.” ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha berkata: “Maka aku tidaklah pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melakukan melainkan setelah shalat pasti ia meminta perlindungan dari azab kubur.” Ghundar menambahkan bahwa azab kubur adalah benar. (HR. Bukhari , Kitab Al Janaiz Bab Maa Ja’a fi Azabil Qabri, No. 1372)

2. Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda::

ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุงุณْุชَุนِูŠุฐُูˆุง ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ู…ِู†ْ ุนَุฐَุงุจِ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ ูَุฅِู†َّ ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ ุญَู‚ٌّ

“Wahai manusia, berlindunglah kalian dari azab kubur, sesungguhnya azab kubur itu benar adanya.” (HR. Ahmad No. 24520, Imam Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini sesuai syarat (standar) Imam Bukhari. Lihat Fathul Bari, 3/236, Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: “Shahih sesuai syarat syaikhan (Bukhari-Muslim).” Lihat Ta’liq Musnad Ahmad No. 24520)

3. Dari Asma’ binti Abu bakar Radhiallahu ‘Anha:

ู‚َุงู…َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฎَุทِูŠุจًุง ูَุฐَูƒَุฑَ ูِุชْู†َุฉَ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ ุงู„َّุชِูŠ ูŠَูْุชَุชِู†ُ ูِูŠู‡َุง ุงู„ْู…َุฑْุกُ ูَู„َู…َّุง ุฐَูƒَุฑَ ุฐَู„ِูƒَ ุถَุฌَّ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ُูˆู†َ ุถَุฌَّุฉً

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkhutbah dan menyebutkan tentang fitnah kubur, yang akan di alami oleh seseorang di dalm kubur, sehingga kaum muslimin merasakan ketakutan yang sangat. (HR. Bukhari, Kitab Al Janaiz Bab Maa Ja’a fi Azabil Qabri, No. 1373)

Apabila kita mengamati nash-nash yang shahรฎh dari al-Qur‘รขn dan Sunnah serta ditopang oleh pemahaman dan pandangan para Ulama dalam memahami nash-nash tersebut, maka diketahui bahwa manusia akan melewati empat alam kehidupan, yaitu: alam rahim, alam dunia, alam barzakh (kubur), alam akhirat.

Semua proses kehidupan setiap alam tersebut memiliki kekhususan masing-masing, tidak bisa disamakan antara satu dengan lainnya. Misalnya alam rahim, mungkin saja bisa diketahui sebagian proses kehidupan di sana melalui peralatan kedokteran yang canggih, tapi di balik itu semua, masih banyak keajaiban yang tidak terungkap dengan jalan bagaimana pun.

Semua itu merupakan rahasia yang sengaja Allah Azza wa Jalla tutup dari ilmu dan pandangan umat manusia. Allah Azza wa Jalla telah menerangkan dalam firman-Nya yang berbunyi:
๏ปญَ๏ปฃَ๏บŽ ๏บƒُ๏ปญ๏บ—ِ๏ปด๏บ˜ُ๏ปข ๏ปฃِّ๏ปฆَ ๏บ๏ปŸْ๏ปŒِ๏ป ْ๏ปขِ ๏บ‡ِ๏ปŸَّ๏บŽ ๏ป—َ๏ป ِ๏ปด๏ป ً๏บŽ

Tidaklah kalian diberi ilmu kecuali sedikit saja. [al-Isrรข‘/17:85]

Apalagi bila kita hendak berbicara tentang kehidupan alam kubur dan alam akhirat, tiada pintu yang bisa kita buka kecuali pintu keimanan terhadap yang ghaib, melalui teropong nash-nash al-Qur‘รขn dan Sunnah. Beriman dengan hal yang ghaib adalah barometer pembeda antara seorang Mukmin dengan seorang kafir, sebagaimana termaktub dalam firman Allah Azza wa Jalla :

๏บซَٰ๏ปŸِ๏ปšَ ๏บ๏ปŸْ๏ปœِ๏บ˜َ๏บŽ๏บُ ๏ปŸَ๏บŽ ๏บญَ๏ปณْ๏บَ ۛ ๏ป“ِ๏ปด๏ปชِ ۛ ๏ปซُ๏บชً๏ปฏ ๏ปŸِّ๏ป ْ๏ปคُ๏บ˜َّ๏ป˜ِ๏ปด๏ปฆَ
๏บ๏ปŸَّ๏บฌِ๏ปณ๏ปฆَ ๏ปณُ๏บ†ْ๏ปฃِ๏ปจُ๏ปฎ๏ปฅَ ๏บ‘ِ๏บŽ๏ปŸْ๏ปَ๏ปดْ๏บِ

Kitab (al-Qur‘รขn) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib”. [al-Baqarah/2:2-3]


KEADAAN MANUSIA DI ALAM KUBUR
Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti akan melewati alam kubur. Alam ini disebut pula alam
barzakh yang artinya perantara antara alam dunia dengan alam akhirat, sebagaimana firman Allah yang artinya, “Apabila kematian datang kepada seseorang dari mereka, ia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.

Sekalikali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada Barzakh (pembatas) hingga hari mereka dibangkitkan. [al-Mukminรปn/23:100]

Para ahli tafsir dari Ulama Salaf sepakat mengatakan, “Barzakh adalah perantara antara dunia dan akhirat, atau perantara antara masa setelah mati dan hari kebangkitan. [1].

Alam Barzakh dinamakan dengan alam kubur adalah karena keadaan yang umum terjadi. Karena pada umumnya jika manusia meninggal dunia, dia dikubur dalam tanah. Namun, bukan berarti orang yang tidak dikubur terlepas dari peristiwa-peristiwa alam barzakh. Seperti orang yang dimakan binatang buas, tenggelam di lautan, dibakar ataupun terbakar. Sebab Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Seperti yang diceritakan Rasulullรขh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:
๏ป‹َ๏ปฆْ ๏บƒَ๏บ‘ِ๏ปฒ ๏ปซُ๏บฎ َ๏ปณْ๏บฎَ๏บ“َ ๏บƒَ๏ปฅَّ ๏บญَ๏บณُ๏ปฎْ๏ปَ ๏บ๏ปŸ๏ป َّ๏ปช ๏บปَ๏ป ๏ปฐ ๏บ๏ปŸ๏ป َّ๏ปชِ ๏ป‹َ๏ป َ๏ปดْ๏ปชِ ๏ปญَ ๏บณَ๏ป َ๏ปขَ ๏ป—َ๏บŽ๏ปَ ๏ป—َ๏บŽ๏ปَ ๏บญَ๏บŸُ๏ปžٌ ๏ปŸَ๏ปขْ ๏ปณَ๏ปŒْ๏ปคَ๏ปž ๏บงَ๏ปดْ๏บฎً๏บ๏ป—َ๏ป‚ُّ ๏ป“َ๏บˆِ๏บซَ๏บ ๏ปฃَ๏บŽ๏บ•َ ๏ป“َ๏บคَ๏บฎِّ๏ป—ُ๏ปฎْ๏ปฉُ ๏ปญَ๏บ๏บซْ๏บญُ๏ปญْ๏บ๏ปงِ๏บผ๏ป”َ๏ปชُ ๏ป“ِ๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏บ’َ๏บฎِّ
๏ปญَ๏ปงِ๏บผ๏ป”َ๏ปชُ ๏ป“ِ๏ปฒ ๏บ๏ปŸْ๏บ’َ๏บคْ๏บฎِ ๏ป“َ๏ปฎَ ๏บ๏ปŸ๏ป َِّ๏ปชِ ๏ปŸَ๏บŒِ๏ปฆْ ๏ป—َ๏บชَ๏บญَ ๏บ๏ปŸ๏ป َّ๏ปชُ ๏ป‹َ๏ป َ๏ปดْ๏ปชِ ๏ปŸَ๏ปดُ๏ปŒَ๏บฌِ ๏บ‘َ๏ปจَّ๏ปชُ ๏ป‹َ๏บฌَ๏บ๏บ‘ً๏บŽ ๏ปปَ ๏ปณُ๏ปŒَ๏บฌِّ๏บ‘ُ๏ปชُ ๏บƒَ๏บฃَ๏บชً๏บ ๏ปฃِ๏ปฆْ ๏บ๏ปŸ๏ปŒَ๏บŽ๏ปŸَ๏ปคِ๏ปดْ๏ปฆَ ๏ป“َ๏บ„َ๏ปฃَ๏บฎَ ๏บ๏ปŸ๏ป ّ๏ปชُ ๏บ๏ปŸْ๏บ’َ๏บคْ๏บฎَ ๏ป“َ๏บ َ๏ปคَ๏ปŠَ ๏ปฃَ๏บŽ๏ป“ِ๏ปดْ๏ปชِ ๏ปญَ๏บƒَ๏ปฃَ๏บฎَ ๏บ๏ปŸْ๏บ’َ๏บฎَّ ๏ป“َ๏บ َ๏ปคَ๏ปŠَ
๏ปฃَ๏บŽ ๏ป“ِ๏ปดْ๏ปชِ ๏บ›ُ๏ปขَّ ๏ป—َ๏บŽ๏ปَ ๏ปŸِ๏ปขَ ๏ป“َ๏ปŒَ๏ป ْ๏บ–َ ๏ป—َ๏บŽ๏ปَ ๏ปฃِ๏ปฆْ ๏บงَ๏บธْ๏ปดَ๏บ˜ِ๏ปšَ ๏ปญَ๏บƒَ๏ปงْ๏บ–َ ๏บƒَ๏ป‹ْ๏ป َ๏ปขُ ๏ป“َ๏ปَ๏ป”َ๏บฎَ๏ปŸَ๏ปชُِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullรขh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang yang tidak pernah beramal baik sedikit pun berkata kepada keluarganya: apabila ia meninggal maka bakarlah dia, lalu tumbuk tulangnya sehalus-halusnya. Kemudian sebarkan saat angin kencang bertiup, sebagian di daratan dan sebagian lagi di lautan. Lalu ia berkata, ‘Demi Allah, jika Allah mampu untuk menghidupkannya, tentu Allah akan mengazabnya dengan azab yang tidak diazab dengannya seorang pun dari penduduk alam. Maka Allah memerintahkan lautan dan daratan untuk mengumpulkan abunya yang terdapat didalamnya. Maka tiba-tiba ia berdiri tegak. Lalu Allah bertanya kepadanya, “Apa yang mendorongnya untuk melakukan hal tersebut? Ia menjawab, “karena takut kepada-Mu dan Engkau lebih mengetahui (isi hatiku)”. Kemudian Allah mengampuninya. [2]

Dari kisah di atas dapat kita lihat bagaimana seseorang tersebut berusaha untuk lari dari azab Allah Azza wa Jalla dengan cara yang menurut akal pikirannya dapat membuatnya lolos dan lepas dari azab Allah Azza wa Jalla. Tetapi hal tersebut tidak dapat melemahkan kekuasaan Allah Azza wa Jalla . Bila seandainya ada seseorang mau melakukan tipuan terhadap Allah Azza wa Jalla agar ia terlepas dari azab kubur, sesungguhnya kekuasaan Allah Azza wa Jalla jauh lebih kuat daripada tipuannya. Pada hakikatnya yang ditipu adalah dirinya sendiri.

Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melewati sebuah tembok di Madinah atau Makkah lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang disiksa dalam kubur mereka, maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda : (( sesungguhnya mereka berdua sedang disiksa dan tidaklah mereka disiksa karena satu perkara besar, kemudian beliau berkata : benar karena perkara besar, yaitu satu seorang dari mereka tidak menjauhi manusia atau tidak bersih ketika buang air kecil, dan yang lain selalu mengadu domba, lalu beliau meminta pelepah kurma dan membelahnya dan meletakkannya pada setiap kuburan, lalu beliau ditanya : kenapa anda melakukan itu Ya Rasulullah ? beliau berkata : mudah-mudahan mereka diringankan siksanya selama pelepah itu masih basah )) HR Imam Bukhari dan Muslim.
Adapun secara akal sehat ini, perkara ini mungkin terjadi walaupun beberapa golongan mengingkarinya karena mereka hanya mengandalkan akal mereka dalam menerima atau menolak suatu perkara dari syariat.
Mereka mengatakan : kita melihat orang yang sudah mati yang disiksa dalam kubur, namun ketika dibongkar kembali jasadnya tetap tidak berubah, demikian juga kadang-kadang orang yang mati karena dimangsa binatang buas dan tidak dikubur. Apa yang mereka saksikan adalah hanya secara dhahir-nya saja, karena yang dapat merasakan adanya siksa adalah sebagian hati kita, dan tidak mesti siksa itu nampak pada gerakan atau perubahan badan. Atau bisa saja ketika kita membongkar kembali kuburan maka Allah Taalaa mengembalikan tubuhnya seperti sedia kala sebagai ujian bagi keimanan kita karena Allah Taalaa Berkuasa atas segala-galanya.
Seandainya kita menolak hadits ahad hanya karena bersifat dzanni, maka berapa banyak perkara syariat yang kita tolak karena kebanyakannya berasal dari hadits-hadits ahad, padahal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengutus para sahabat sendiri-sendiri untuk menyebarkan Islam, seandainya hadits ahad tidak diterima, tentunya dakwah mereka akan ditolak orang-orang, tidak berbeda apakah itu dalam perkara akidah maupun furu’ (cabang).
Jadi menolak siksa kubur sebenarnya merupakan pemahaman dan keyakinan Mutazilah bukan keyakinan Ahlu Sunah Wal Jamaah.
Wallahu alam bishowab.




Lantunan Adzan Syaikh Misyari Rasyid_by Yuddie

1 April 2012

Hanya Ada Satu Agama,Yaitu Islam


Dalam ajaran ketiga agama samawi (yang besumber dari pewahyuan dari Tuhan)) terdapat suatu kesamaan bahwa kehidupan manusia dimulai oleh Adam dan Hawa, sepasang manusia yang dulunya hidup di sorga, namun karena bujuk rayu Iblis, telah melanggar larangan Allah, akhirnya dihukum, dilemparkan ke dunia, menjalani kehidupan penuh keringat, susah payah, perjuangan, beranak pinak, saling bermusuhan dan membunuh, sampai sekarang.

Juga terdapat suatu kesamaan, bahwa kemudian Allah selalu mengiringi sejarah kehidupan manusia dengan petunjuk-petunjuk-Nya agar manusia punya panduan, mana cara menjalani hidup yang benar menurut Allah, mana cara yang salah. Disini kemudian terjadi ‘persimpangan jalan’. Fakta yang ada sekarang, ketiga agama samawi itu punya konsep yang berbeda tentang tata-cara menjalani hidup, bahkan juga konsep yang berbeda tentang eksistensi Allah. Padahal secara logika, kalau ketiganya sama-sama punya nenek moyang yang satu, maka ajaran yang diturunkan dari nenek moyang tersebut seharusnya sama, terutama ajaran tentang bagaimana gambaran Tuhan. Disini hanya ada 2 kemungkinan, hanya ada SATU ajaran yang benar, yang sama sejak manusia pertama ada, atau ketiga-tiganya salah semua, artinya baik Islam, Kristen maupun Yahudi nyasar semua, tidak sama lagi dengan apa yang dituntun Allah sejak dulu.

Adalah tidak mungkin ketika Allah memberikan sekumpulan petunjuk-Nya kepada manusia, mulai dari manusia pertama dan memberikan ‘judul’ terhadap petunjuk itu dengan sebuah nama, lalu disaat selanjutnya, Allah juga memberikan ajaran lain yang berbeda, lalu juga memberi ‘judul’ yang lain terhadap ajaran tersebut. Al-Qur’an mengistilahkan kata agama dengan ‘diin’ sesuatu yang menggambarkan hubungan antara dua pihak, dimana yang satu mempunyai posisi lebih tinggi dari yang lain. Ada juga istilah lain untuk kata agama ini, yaitu ‘millat’ yang berarti membacakan kepada orang lain. Ar-Raghib al-Asfahani mendefinisikan kata diin adalah menggambarkan keseluruhan suatu agama termasuk rinciannya, sedangkan millat menggambarkan keseluruhan suatu agama tidak dalam rinciannya, Diin bisa diartikan suatu sistem kepercayaan yang sudah terstruktur, milllat artinya suatu ajaran. Menurut Al-Qur’an, dari dulu hanya ada satu nama agama yang benar-benar berasal dari Allah, yaitu Islam.

19. Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam. (Ali Imran) – innadiina = sesungguhnya agama, indallaahi = disisi Allah, al-Islaam = Islam

Dalam ayat ini kata Islam dikemukakan dengan ‘al-Islaam’ berupa kata benda yang mengartikan sebuah nama.

84. Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ’Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri."

85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali Imran)
– waman = dan barang siapa, yabtagi = mencari, gaira = selain, al-islaami = Islam, diinan = agama.

Dari kedua ayat tersebut disimpulkan bahwa petunjuk-petunjuk Allah mulai dari manusia pertama, dijuluki oleh Allah dengan ‘al-Islam’. Yang merupakan ‘diin = agama’, dan adanya ketegasan bahwa dari dulunya apa yang diajarkan oleh Allah melalui para nabi dan rasul adalah sama, dalam konteks gambaran eksistensi Allah dan penyembahan kepada-Nya. Pemeluk agama Islam tersebut dinamakan ‘Muslim’

78….(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu..(Al Hajj) – millata = agama, abiikum = bapakmu, Ibraahiima = Ibrahim, huwa = Dia, sammaakumu = menampakkan kamu, al-muslimiina = orang-orang muslim.

Kata ‘al-muslimiina’ juga merupakan kata benda, yang berarti : orang yang memeluk agama Islam’, dan ini sudah dinamai Allah bagai pemeluk Islam sejak dahulunya. Dari uraian ayat-ayat Al-Qur’an diatas, sebenarnya kita mendapat gambaran yang jelas, bahwa dilihat dari sisi ‘penamaan’, yaitu diin atau millah, al-Islam, dan al-Muslimiin, serta pernyataan Allah bahwa yang diakuinya sebagai agama yang Dia turunkan dari dulunya, adalah Islam.

Nabi Ibrahim adalah ‘al-Muslimiin’, anak keturunannya juga, Ismail, Ishak, Ya’kub, Musa, ‘Isa, adalah ‘al-Muslimuun’ pemeluk Islam. Semua nabi dan Rasul itu termasuk dalam keluarga para Rasul, yang ditugaskan Allah untuk menyampaikan ajaran-Nya, tentang eksistensinya, yang sama dari dulunya, dan ajaran Islam tidak membeda-bedakan antara satu nabi dengan nabi yang lain :

136. Katakanlah (hai orang-orang mu’min): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan ’Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (Al Baqarah)

Jadi ketika Nabi Ibrahim, dan Nabi Ya’kub berwasiat kepada anak keturunannya :

132. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub : "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". (Al Baqarah)


Kalimat ‘Allah telah memilih agama ini’, menarik sekali karena wasiat Nabi Ibrahim memakai kata ‘diin’ untuk menyatakan ‘agama’, bukan millat, sedangkan dalam surat al-Hajj 78, Al-Qur’an memakai kata ‘millat’ dalam kalimat ‘agama orangtuamu Ibrahim’. Bisa ditafsirkan bahwa ketika mewasiatkan anak keturunannya, nabi Ibrahim sudah mengetahui bahwa adanya suatu ‘sistem kepercayaan’ yang diridhoi Allah, dan millatnya punya intisari yang sama dengan sistem kepercayaan tersebut. Untuk menghubungkan millat (ajaran) Ibrahim dengan Islam sebagai suatu sistem kepercayaan, maka diakhir ayat tersebut dikatakan : ‘kecuali dalam memeluk agama Islam’. Al-Qur’an memakai kata ‘muslimuuna’ untuk kata yang diartikan ‘agama Islam’, kata muslimuuna adalah kata sifat diartikan = orang yang tunduk/berserah diri.

Lalu muncul pertanyaan, bagaimana mungkin Ibrahim, Ismail, Ishak, Musa, ‘Isa, dikatakan memeluk agama Islam, padahal mereka sudah ada sebelum nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam diturunkan. Para nabi dan Rasul tersebut juga tidak melaksanakan shalat 5 waktu, puasa Ramadhan, haji, dll seperti ritual yang dilakukan oleh umat Muhammad SAW, bahkan tidak mengucapkan shahadat ‘Ashadu Allailaaha illa Alllah, wa’ashadu anna Muhammad Rasulullah’, yang merupakan ‘proklamasi’ seseorang memeluk agama Islam.

Yang pasti semua nabi dan Rasul tersebut mengucapkan ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’, anda bisa menemukan banyak ayatnya dalam Al-Qur’an, suatu pernyataan bahwa dari dahulunya eksistensi Allah tidaklah berganti, dan penyembahan terhadap-Nya juga tidak berubah. Namun untuk setiap umat, Allah menetapkan SYARI’AT’ yang berbeda-beda, syari’at disini bisa diartikan : tata-cara penyembahan, aturan-aturan menjalani kehidupan, mana yang boleh mana yang tidak, dll :

67. Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari’at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari’at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus. (Al Hajj)

Itulah makanya untuk kaum Yahudi dan Nasrani, disyari’atkan mengkuduskan hari Sabbath, untuk umat Islam tidak, atau sebaliknya untuk umat Islam disyari’atkan shalat 5 waktu, puasa Ramadhan, dll, untuk umat sebelumnya tidak. Ada juga syari’at umat Muhammad yang terkait dengan syari’at nabi terdahulu :

13. Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan ’Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (Asy Syuura)

Maka kata-kata ‘Wa ashadu anna Muhammad Rasulullah’, artinya sipengucap sumpah ini menyatakan dirinya adalah penganut agama Islam dan menjalankan syari’at yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW, sedangkan nabi dan rasul sebelumnya, beserta pengikut-pengikutnya adalah penganut Islam yang menjalankan syari’at sesuai ajaran masing-masing. Namun semuanya dinyatakan sebagai penganut agama Islam, satu-satunya agama yang diakui Allah, dan disebut sebagai Muslim.

Yang jadi pertanyaan sampai sekarang, apakah ketika nabi Musa menyampaikan Taurat, dan nabi “Isa Almasih menyampaikan Injil, menerangkan apa nama agama yang mereka bawa..??, apakah ada pernyataan nabi Musa misalnya yang menyatakan : “Inilah ajaranku, yaitu AGAMA YAHUDI”, atau nabi ‘Isa Almasih menyatakan :”Inilah ajaran AGAMA KRISTEN”. Al-Qur’an sering menyinggung kata : Yahudi dan Nasrani, namun itu merujuk kepada nama suatu kelompok atau kaum, bukan nama agama, lalu apa nama agama yang dibawa oleh nabi Musa dan nabi ‘Isa Almasih tersebut..???

Orang Yang Bangkrut




Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Segala puji bagi Allah SWT yg tlah memberi sebaik-baik nikmat berupa
Iman dan Islam. Pujian dan keselamatan terlimpah kpd Nabi Muhammad SAW, sang kekasih Ar-Rahman, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS.Alhujuran: 12)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang diridhai Allah, tanpa dia sadari Allah mengangkat derajatnya karena ucapannya itu, dan sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang dimurkai Allah, tanpa dia sadari Allah menjebloskan dia ke dalam neraka karena ucapannya itu" (HR.al-Bukhari)

Kawan mulai dari sekarang kita instropeksi diri dulu yuk,sebelum intropeksi orang lain,karena Masih banyak orang2 kaya,cantik,berpangkat,berilmu menilai seseorang hnya dngan sekilas dia tak pernah menilai dari kesehariannya,,,,

Kawan mreka itu ialah golongan yg dberi kenyamanan hidup oleh Allah, ikut mengaji tanpa ada gangguan,,,berpakaian muslim mndpat ridho teman dan ortu,, pergi ke masjid tak ada ejekan, mereka memang berilmu tapi sayang mata mereka melihat hnya dari satu kesalahan saudaranya saja,,

Mereka asal bcara dan menghujat saudaranya dengan kata MUNAFIK,,,, padahal Tidak ada yang tahu Seseorang itu Munafik atau tidak,,,hanya Allah SWT yang tahu  .

Dosa pada Allah SWT sangat mudah termaafkan, sangat mudah terhapuskan karena Allah SWT memang Maha Memaafkan. Dosa pada sesama manusia hitunganya berdasarkan keiklasan hati untuk memaafkan. Bila tidak bisa menghambat perjalanan sepiritual, memutuskan rezeki, kebahagiaan, kesehatan, terkabulnya doa. Di akhirat kelak sangat bisa menjadi penghalang dalam memperoleh hak surga. Na’udzubilah Mindzalik.

Sungguh tidak ada lagi malapateka yang paling dah­syat menimpa manusia selain bangkrut di pengadilan akhirat. Betapa tidak, di pengadilan tersebut tidak ada lagi Jaksa penun­tut umum, tidak ada pengacara, tidak ada jual-beli hukum; tidak ada majelis hakim; tidak ada saksi ahli dan sebagainya. Di pengadilan itu hanya ada hakim tunggal yakni ”The caster the day after”, sang raja di raja. Dialah Allah, Hakim yang Maha Adil; Maha Tahu, Maha Berkuasa, dan Maha segala­-galanya.

Baginda Rasulullah SAW, pernah mengajukan pertanyaan kepada para sahabatnya, Beliau bertanya: “Tahukah kamu siapakah orang yang bangkrut itu?”. Mendengarkan pertanyaan tersebut, be­berapa sahabat menjawab, “Menurut kami, orang yang bangk­rut itu adalah orang yang dulunya kaya raya dan memiliki harta banyak namun kini telah habis”. Mendengar jawaban itu, Bag­inda Rasulullah SAW. memberikan penjelasan. “orang yang bangkrut itu adalah ummatku yang pada saat pengadilan akhirat berlangsung, ia datang melaporkan amal kebajikannya; na­mun saat memproses amalan tersebut beberapa orang menun­tutnya. “Ya Rasulullah, benar orang ini kuat ibadah, hebat ber­puasa, gemar berzakat dan berbuat amal kebajikan lainnya. Namun orang tersebut juga selama hidup di dunia suka mem­fitnah, suka mencerita belakang sesamanya, suka menebar issu, menebar gosip, suka membunuh karir sesamanya bahkan suka memakan harta anak yatim. Karena itu, di pengadilan akhirat ini kami menuntut perbuatan orang ini terhadap diri kami”.


Mendengarkan pengaduan tersebut; maka segala amal ke­bajikan yang pernah diperbuat oleh ahli ibadah tadi diberikan kepada seluruh orang yang disakiti. Meskipun tuntutan telah diselesaikan namun masih juga berderet orang menuntut. Un­tuk mengatasi tuntutan itu maka dosa orang yang “antri” menuntut “ganti – rugi ” diberikan kepada sang ahli ibadah tadi. Karena seluruh amalan telah habis> dan dosa orang yang dianiaya dipikul semuanya ma’ka sang ahli Ibadah ini dilempar­kan ke dalam api neraka. Inilah yang saya maksudkan dengan orang yang bangkrut itu,” Kunci Rasulullah dalam dialog den­gan sahabat-sahabatnya.

Dialog di atas menunjukkan pada kita, betapa manusia harus selalu menjaga hubungan baik, antar sesama manusia. Sebab, dosa antar sesama manusia tidak dapat terampunkan tanpa orang tersebut memaafkan. Ketahuilah bahwa sujud, tasbih, memuja Allah, berpuasa, berhaji, berinfak dan sebagainya akan sia-sia, apabila manusia tidak menjaga hubungan yang baik antar sesama manusia. Karena itulah, mari kita buang rasa ben­ci, rasa dendam dan iri hati, mari kita taut rasa persaudaraan dan persahabatan; mari kita buka hati untuk saling memaaf­kan; mari kita saling merangkul bukan sal­ing memukul. Semoga dengan hati yang bening kita tetap meraih hidayah dan taufiq dari Allah SWT. Dalam mengarungi kehidupan ini. Kita berharap pula, semoga di pengadilan akhirat kelak kita tidak termasuk “orang yang bangkrut” sebagaimana yang digambarkan oleh Baginda Rasulullah SAW.

wassalam.

Adanya Nubuat Tentang Muhammad Dalam Alkitab

31 Maret 2012



Orang Kristen sering membantah bahwa di dalam Alkitab tidak pernah ditemukan nubuat tentang Muhammad. Jadi sampai botak pun orang muslim mencari kata Muhammad dalam Alkitab bahasa Indonesia maupun Inggris ataupun yang lainnya di luar bahasa aslinya tidak akan pernah menemukannya. Karena Alkitab tersebut adalah hanya terjemahannya saja, dan tidak mencantumkan naskah aslinya (masternya) berbeda halnya dengan Al Quran yang selalu mencantumkan naskah dalam bahasa Arabnya. Kitab perjanjian Lama (Taurat) ditulis dalam bahasa Hebrew dan ada sebagian yang ditulis dalam bahasa Aram. Sedangkan Perjanjian Baru (Injil) yang sekarang jadi masternya di tulis dalam bahasa Yunani. Aneh sekali bukan? Padahal Yesus sendiri bukan orang Yunani? Dia adalah keturunan Yahudi yang pastinya berbahasa Aram, dan Hebrew.

Allah juga menjelaskan dalam Al Qur’an bahwa kedatangan Nabi Muhammad sudah dinubuatkan dalam Kitab-kitab sebelumnya. Sebagaimana firman-Nya:

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Alkitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. (QS. Al Baqarah:146)

Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)" Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata". (QS. Ash Shaff : 6)

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.(QS. Al A'raaf:157)


Saya tadinya menganggap bahwa ayat-ayat dalam Alkitab khusus Kidung Agung (song of Solomon / Song of songs) isinya hanyalah puisi rayuan gombal belaka. Tapi ternyata di pasal 5 ayat 16 sebenarnya terdapat kata Muhammad, itupun Alkitabnya harus yang berbahasa Hebrew . Kalau yang berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris bunyinya seperti ini:

Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem. (Kidung Agung 5:16 Alkitab Terjemahan Baru)

Teramat manis tutur katanya, segala sesuatu padanya menarik. Begitulah kekasih dan sahabatku, hai putri-putri Yerusalem! (Kidung Agung 5:16 Alkitab Bahasa Indonesia Sehari Hari)

His voice and speech are exceedingly sweet; yes, he is altogether lovely [the whole of him delights and is precious]. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem! (Song of Solomon 5:16 English [Amplified])



ืฉื™ืจ ื”ืฉื™ืจื™ื 5:16 Hebrew OT: Westminster Leningrad Codex
ื—ִื›ֹּื•֙ ืžַֽืžְืชַืงִּ֔ื™ื ื•ְื›ֻืœֹּ֖ื• ืžַื—ֲืžַื“ִּ֑ื™ื ื–ֶ֤ื” ื“ֹื•ื“ִื™֙ ื•ְื–ֶ֣ื” ืจֵืขִ֔ื™ ื‘ְּื ֹ֖ื•ืช ื™ְืจื•ּืฉָׁืœִָֽื׃
ืฉื™ืจ ื”ืฉื™ืจื™ื 5:16 Hebrew OT: WLC (Consonants Only)
ื—ื›ื• ืžืžืชืงื™ื ื•ื›ืœื• ืžื—ืžื“ื™ื ื–ื” ื“ื•ื“ื™ ื•ื–ื” ืจืขื™ ื‘ื ื•ืช ื™ืจื•ืฉืœื׃
ืฉื™ืจ ื”ืฉื™ืจื™ื 5:16 Hebrew OT: WLC (Consonants & Vowels)
ื—ִื›ֹּื• ืžַืžְืชַืงִּื™ื ื•ְื›ֻืœֹּื• ืžַื—ֲืžַื“ִּื™ื ื–ֶื” ื“ֹื•ื“ִื™ ื•ְื–ֶื” ืจֵืขִื™ ื‘ְּื ֹื•ืช ื™ְืจื•ּืฉָׁืœִָื׃
ืฉื™ืจ ื”ืฉื™ืจื™ื 5:16 Hebrew Bible
ื—ื›ื• ืžืžืชืงื™ื ื•ื›ืœื• ืžื—ืžื“ื™ื ื–ื” ื“ื•ื“ื™ ื•ื–ื” ืจืขื™ ื‘ื ื•ืช ื™ืจื•ืฉืœื׃
Sumber: http://scripturetext.com/songs/5-16.htm

Ya, tulisan itu kalau dibaca maka akan berbunyi:
แธฅik•kลw mam•แนฏaq•qรฎm, wษ™•แธตul•lลw MA•HA•MAD•DIM; zeh แธล•w•แธรฎ wษ™•zeh rรช•‘รฎ, bษ™•nล•wแนฏ yษ™•rลซ•ลกฤ•lim.

Tapi, di situs lain www.biblos.com transliterasinya sedikit berbeda dalam hal penulisannya namun untuk bunyinya (pelafalanya) sama dan untuk kata “Mahamaddim” sama ada, dan tidak berbeda. Berikut seperti ini:

Song of Solomon 5:16 Hebrew Study Bible (Apostolic / Interlinear)
ื—ִื›ֹּื•֙ ืžַֽืžְืชַืงִּ֔ื™ื ื•ְื›ֻืœֹּ֖ื• ืžַื—ֲืžַื“ִּ֑ื™ื ื–ֶ֤ื” ื“ֹื•ื“ִื™֙ ื•ְื–ֶ֣ื” ืจֵืขִ֔ื™ ื‘ְּื ֹ֖ื•ืช ื™ְืจื•ּืฉָׁืœִָֽื׃
KJV with Strong's
His mouth is most sweet yea he is altogether lovely This is my beloved and this is my friend O daughters of Jerusalem.

Hebrew Transliteration Strong’s English
ื—ִื›ֹּื•֙ chik·kov 2441 his mouth
ืžַֽืžְืชַืงִּ֔ื™ื mam·tak·kim, 4477 sweetness
ื•ְื›ֻืœֹּ֖ื• ve·chul·lov 3605 is wholly
ืžַื—ֲืžַื“ִּ֑ื™ื ma·cha·mad·dim; 4261 desirable
ื–ֶ֤ื” zeh 2088 This
ื“ֹื•ื“ִื™֙ do·v·di 1730 is my beloved
ื•ְื–ֶ֣ื” ve·zeh 2088 and this
ืจֵืขִ֔ื™ re·’i, 7453 is my friend
ื‘ְּื ֹ֖ื•ืช be·no·vt 1323 daughters
ื™ְืจื•ּืฉָׁืœִָֽื׃ ye·ru·sha·lim. 3389 of Jerusalem

Sumber: http://biblos.com/songs/5-16.htm[/ALIGN][/ALIGN]

Di situ kentara sekali terdapat kata ืžַื—ֲืžַื“ִ = Machmad.  tidak menyertakan huruf ื™ื pada tulisan ืžַื—ֲืžַื“ִ tersebut seperti tulisan di atas? Karena ื™ื = im (hanya imbuhan) yang menunjukkan penghormatan, jadi kalaupun tulisannya seperti ini berarti [ ืžַื—ֲืžַื“ִּ֑ื™ื = Machamadim ]. Jadi imbuhan tidak perlu dibawa-bawa untuk diterjemahkan.

Lalu, bagaimana kalau ada yang bertanya itu adalah machmad bukan Muhammad? Ya , kita harus ingat bahwa setiap bahasa memiliki perbedaan dalam pengucapan nama tapi sebenarnya orang yang dimaksud sama. Seperti halnya Abraham = Ibrahim, Noah = Nuh, Moses = Musa, Maria = Maryam, Jesus = Isa, dan lain-lain. mari buka web translator, ini dia URLnya http://www.freetranslation.com/ atau http://www.worldlingo.com/en/products_services/worldlingo_translator.html. Sebagai contoh disini  menggunakan freetranslation. Lalu blok dan copy tulisan ini :

ืžַื—ֲืžַื“ִ

Setelah masuk ke web tersebut, di situ ada tulisan “Enter text or word page URL” lalu klik di situ maka tulisan tersebut akan hilang. Selanjutnya klik kanan dan paste di situ.



Lalu pilih Hebrew dan English pada pada bagian bawahnya untuk menterjemahkan dari bahasa Hebrew ke bahasa Inggris. Selanjutnya klik Transalate (warna biru), maka hasil terjemahannya di sebelah kanan adalah “Muhammad”. Pasti berbohong kalau anda mengatakan bukan, iya kan? Hehe....



Jadi yang selama ini
“His voice and speech are exceedingly sweet; yes, he is altogether lovely [the whole of him delights and is precious]. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem!” (Song of Solomon 5:16 )

yang sebenarnya adalah

“His voice and speech are exceedingly sweet; yes, he is Muhammad [the whole of him delights and is precious]. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem!” (Song of Solomon 5:16 )

atau

“Teramat manis tutur katanya, Dia adalah Muhammad. Begitulah kekasih dan sahabatku, hai putri-putri Yerusalem!” (Kidung Agung 5:16)

Namun, Alkitab dalam bahasa Indonesia terlalu jauh mendistorsikan terjemahannya, seharusnya “Dia adalah Muhammad.” Menjadi segala sesuatu padanya menarik.. Memang sekalipun secara harfiah bahwa Muhammad itu artinya “orang yang terpuji”, namun orang awam akan sulit mengidentifikasinya bahwa kata-kata tersebut menunjukkan nama suatu personal.

Hal serupa juga terdapat dalam Haggai 2:7, di sini kita akan menemukan kata yang similiar dengan kata Muhammad.

Haggai 2:7 Hebrew Study Bible (Apostolic / Interlinear)
ื•ְื”ִืจְืขַืฉְׁืชִּื™֙ ืֶืช־ ื›ָּืœ־ ื”ַื’ֹּื•ื™ִ֔ื ื•ּื‘ָ֖ืื•ּ ื—ֶืžְื“ַּ֣ืช ื›ָּืœ־ ื”ַื’ֹּื•ื™ִ֑ื ื•ּืžִืœֵּืืชִ֞ื™ ืֶืช־ ื”ַื‘ַּ֤ื™ִืช ื”ַื–ֶּื”֙ ื›ָּื‘ֹ֔ื•ื“ ืָืžַ֖ืจ ื™ְื”ื•ָ֥ื” ืฆְื‘ָืֹֽื•ืช׃
KJV with Strong's
And I will shake all nations and the desire of all nations shall come and I will fill this house with glory saith the LORD of hosts
Hebrew Transliteration Strong’s English[/SIZE][/COLOR]
ื•ְื”ִืจְืขַืฉְׁืชִּื™֙ ve·hir·’ash·ti 7493 will shake
ืֶืช־ et- 853
ื›ָּืœ־ kol- 3605 all
ื”ַื’ֹּื•ื™ִ֔ื hag·go·v·yim, 1471 the nations
ื•ּื‘ָ֖ืื•ּ u·va·’u 935 will come
ื—ֶืžְื“ַּ֣ืช chem·dat 2532 the wealth
ื›ָּืœ־ kol- 3605 of all
ื”ַื’ֹּื•ื™ִ֑ื hag·go·v·yim; 1471 nations
ื•ּืžִืœֵּืืชִ֞ื™ u·mil·le·ti 4390 will fill
ืֶืช־ et- 853
ื”ַื‘ַּ֤ื™ִืช hab·ba·yit 1004 house
ื”ַื–ֶּื”֙ haz·zeh 2088 this
ื›ָּื‘ֹ֔ื•ื“ ka·vo·vd, 3519 glory
ืָืžַ֖ืจ a·mar 59 saith
ื™ְื”ื•ָ֥ื” Yah·weh 3068 the LORD
ืฆְื‘ָืֹֽื•ืช׃ tze·va·’o·vt. 6635 of hosts
Sumber: http://biblos.com/haggai/2-7.htm
[/ALIGN][/ALIGN][/SIZE][/ALIGN]

Dari pecahan kata ayat tersebut di atas kita bisa mengambil kata ื—ֶืžְื“ַּ (chemda) yang terdiri dari:
huruf ื—ֲ (het) kalau dalam huruf arab sama dengan ุญ (ha)
huruf ืžַ (mem) kalau dalam huruf arab sama dengan ู… (mim)
huruf ื“ּ (dalet) kalau dalam huruf arab sama dengan ุฏ (dal).

Mengenai metode pembacaan tulisan hebrew memang dari kanan ke kiri sama halnya dengan bahasa arab, dan berbeda dengan tulisan latin dari kiri ke kanan.
Lalu apa arti dari kata ื—ֶืžְื“ַ itu sendiri bila diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Mari kita buktikan lagi seperti langkah-langkah di atas. Block dan copy kata:

ื—ֶืžְื“ַ

Lalu terjemahkan lagi di http://www.freetranslation.com/ .



Maka hasil translasinya adalah Hamed, nama similiar Muhammad. Anehnya hasil translasinya bukan “the wealth” dalam bahasa Inggrisnya, sebagaimana yang diterjemahkan oleh http://biblos.com/haggai/2-7.htm sebagaimana tabel  dari web tersebut, melainkan hasil translasinya adalah “Hamed”. Dan berikut ini adalah daftar nama yang similiar yang akar katanya dari Hamdu (pujian).
Ahmad – Terpuji, Salah satu nama Rasulullah SAW
Hamd – Pujian dengan kebaikan
Hamdan – Orang ang terpuji, salah satu nama Rasulullah SAW
Hamdi – Pujian
Hamid – Banyak pujian
Hammad – Penuh pujian, Banyak memuji Allah SWT
Hammadi  Pemuji
Mahmud – Terpuji
Muhammad – Orang yang terpuji, nama Rasulullah SAW
Sumber: http://www.namaislami.net/nama-islami-anak-laki-laki/

Menurut situs strongsnumbers.com menujukkan bahwa kata Machammadim dan Himdah berasal dari akar kata yang sama yaitu chamed/chemed kalau dalam bahasa arab adalah Hamd.

Sumber: http://strongsnumbers.com/hebrew/4261.htm


Sumber: http://strongsnumbers.com/hebrew/2532.htm

Kembali lagi ke Hagai pasal 2:7, versi Alkitab sendiri berbeda-beda satu sama lain dalam kalimat-kalimatnya, meskipun ayat yang dimaksud sama. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa selalu ada revisi tiap kali penerbitannya. Mari kita lihat sama-sama ayat yang sedang kita bahas di atas dengan versi-versi yang berbeda:
Hagai
2:7 (2-8) Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. (versi Alkitab Terjemahan Baru)

2:7 Semua bangsa akan Kugemparkan dan harta benda mereka akan dibawa ke mari, sehingga Rumah-Ku akan penuh dengan kekayaan mereka. (versi Alkitab Kabar Baik (BIS))

2:7 (2-8) Bahkan, Aku akan menggentarkan segala bangsa, maka mereka itu akan datang kepada kegemaran segala bangsa, dan Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemuliaan, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. (versi Alkitab Terjemahan Lama)

2:7 (2-8) Aku akan mengguncangkan semua bangsa, dan Dia Yang Berharga bagi Segala Bangsa akan datang ke rumah ini, dan Aku akan memenuhi tempat ini dengan kemuliaan-Ku," demikianlah firman TUHAN semesta alam. (versi Firman Allah Yang Hidup)

2:7 And I will make a shaking of all the nations, and the desired things of all nations will come: and I will make this house full of my glory, says the Lord of armies. (versi Bible in Basic English)

2:7 And I'll shake down all the godless nations. They'll bring bushels of wealth and I will fill this Temple with splendor.' GOD-of-the-Angel-Armies says so. (versi The Message Bible)

2:7`and I will shake all nations, and they shall come to the Desire of All Nations, and I will fill this temple with glory,' says the LORD of hosts. (versi New King James Version)

2:7 I will also shake up all the nations, and they* will offer their treasures;* then I will fill this temple with glory,’ says the Lord who rules over all. (versi NET Bible [draft])


Padahal ayat-ayat di atas semuanya sama yaitu Hagai pasal 2:7. Menunjukkan bahwa firman Tuhan sudah dirubah-rubah oleh tangan manusia, kalimat-kalimat aslinya dirubah-rubah, sehingga banyak mengaburkan pesan aslinya dari Kitab tersebut. Maka dari itulah mempelajari Kitab Agama usahakan pelajari dengan bahasa masternya atau bahasa asli waktu diturunkannya.

Bagaimana kalau ayat dalam Hagai 2:7 kita kembalikan ke makna yang sebenarnya, dengan mengganti kata “Yang Berharga” dengan kata “Hamed(Ahmad/Muhammad)” sebagai contoh saja kita ambil versi Firman Allah Yang Hidup maka bunyinya seperti ini:

Hagai 2:7 (2-8) Aku akan mengguncangkan semua bangsa, dan Dia Hamed(Ahmad/Muhammad) bagi Segala Bangsa akan datang ke rumah ini, dan Aku akan memenuhi tempat ini dengan kemuliaan-Ku," demikianlah firman TUHAN semesta alam.

Dari Alkitab yang berbahasa Hebrew tersebut dan dengan bantuan web translator dan tentunya web tersebut bukan web orang muslim, sehingga kita bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri, bahwa firman Allah Surat Al Baqarah : 146, Ash Shaff : 6, dan Al A'raaf : 157, terbukti benar, dan benar-benar terdapat nama Muhammad dalam Perjanjian Lama. Meski pun para Ahli Kitab telah berusaha menyembunyikan nubuat tentang kedatangan Nabi Penutup Muhamad salallahu alaihi wasallam tersebut hingga tinggal sedikit saja ayat-ayat yang luput dari pendistorsian tangan-tangan mereka, dan Allah benar-benar Maha Mengetahui.

Atap yang Terpelihara

29 Maret 2012





Dalam Al Qur'an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit:

"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya." (Al Qur'an, 21:32)

Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.
Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.

Misteri Teori Fisika Hawking, Mengungkap Perjalanan Isra Rasulullah SAW

25 Maret 2012


Salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah diperjalankannya beliau oleh Allah SWT melalui peristiwa Isra’ Mi’raj. Banyak yang coba mengungkapkan peristiwa tersebut secara ilmiah, salah satunya melalui Teori Fisika paling mutahir, yang dikemukakan oleh Dr. Stephen Hawking.

Teori Lubang Cacing
Raksasa di dunia ilmu fisika yang pertama adalah Isaac Newton (1642-1727) dengan bukunya : Philosophia Naturalis Principia Mathematica, menerangkan tentang konsep Gaya dalam Hukum Gravitasi dan Hukum Gerak.

Kemudian dilanjutkan oleh Albert Einstein (1879-1955) dengan Teori Relativitasnya yang terbagi atas Relativitas Khusus (1905) dan Relativitas Umum (1907).

Dan yang terakhir adalah Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS (lahir di Oxford, Britania Raya, 8 Januari 1942), beliau dikenal sebagai ahli fisika teoritis.

Dr. Stephen Hawking dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama sekali karena teori-teorinya mengenai tiori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan tulisan-tulisan topnya di mana ia membicarakan teori-teori dan kosmologinya secara umum.

Tulisan-tulisannya ini termasuk novel ilmiah ringan A Brief History of Time, yang tercantum dalam daftar bestseller di Sunday Times London selama 237 minggu berturut-turut, suatu periode terpanjang dalam sejarah.

Berdasarkan teori Roger Penrose :
“Bintang yang telah kehabisan bahan bakarnya akan runtuh akibat gravitasinya sendiri dan menjadi sebuah titik kecil dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, sehingga menjadi sebuah singularitas di pusat lubang hitam (black hole).“

Dengan cara membalik prosesnya, maka diperoleh teori berikut :
Lebih dari 15 milyar tahun yang lalu, penciptaan alam semesta dimulai dari sebuah singularitas dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, meledak dan mengembang. Peristiwa ini disebut Dentuman Besar (Big Bang), dan sampai sekarang alam semesta ini masih terus mengembang hingga mencapai radius maksimum sebelum akhirnya mengalami Keruntuhan Besar (kiamat) menuju singularitas yang kacau dan tak teratur.

Dalam kondisi singularitas awal jagat raya, Teori Relativitas, karena rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga akan menghasilkan besaran yang tidak dapat diramalkan.

Menurut Hawking bila kita tidak bisa menggunakan teori relativitas pada awal penciptaan “jagat raya”, padahal tahap-tahap pengembangan jagat raya dimulai dari situ, maka teori relativitas itu juga tidak bisa dipakai pada semua tahapnya.

Di sini kita harus menggunakan mekanika kuantum. Penggunaan mekanika kuantum pada alam semesta akan menghasilkan alam semesta “tanpa pangkal ujung” karena adanya waktu maya dan ruang kuantum.
Pada kondisi waktu nyata (waktu manusia) waktu hanya bisa berjalan maju dengan laju tetap, menuju nanti, besok, seminggu, sebulan, setahun lagi dan seterusnya, tidak bisa melompat ke masa lalu atau masa depan.

Menurut Hawking, pada kondisi waktu maya (waktu Tuhan) melalui “lubang cacing” kita bisa pergi ke waktu manapun dalam riwayat bumi, bisa pergi ke masa lalu dan ke masa depan.

Hal ini bermakna, masa depan dan kiamat (dalam waktu maya) menurut Hawking “telah ada dan sudah selesai” sejak diciptakannya alam semesta. Selain itu melalui “lubang cacing” kita bisa pergi ke manapun di seluruh alam semesta dengan seketika.

Jadi dalam pandangan Hawking takdir itu tidak bisa diubah, sudah jadi sejak diciptakannya.


Dalam bahasa ilmu kalam :
“Tinta takdir yang jumlahnya lebih banyak daripada seluruh air yang ada di tujuh samudera di bumi telah habis dituliskan di Lauhul Mahfudz pada awal penciptaan, tidak tersisa lagi (tinta) untuk menuliskan perubahannya barang setetes.”

Menurut Dr. H.M. Nasim Fauzi, sesuai dengan teori Stephen Hawking, manusia dengan waktu nyatanya tidak bisa menjangkau masa depan (dan masa silam).

Tetapi bila manusia dengan kekuasaan Allah, bisa memasuki waktu maya (waktu Allah) maka manusia melalui “lubang cacing” bisa pergi ke masa depan yaitu masa kiamat dan sesudahnya, bisa melihat masa kebangkitan, neraka dan shiroth serta bisa melihat surga kemudian kembali ke masa kini, seperti yang terjadi pada Nabi Muhammad SAW, sewaktu menjalani Isra’ dan Mi’raj.

Sebagaimana firman Allah :
Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidrotil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal . . .
(QS. An Najm / 53:13-15)

Nampaknya dalam mengungkap Perjalanan Isra, Teori Hawking dengan “Lubang Cacing”-nya, sama logisnya dengan Teori Menerobos Garis Tengah Jagat Raya namun meskipun begitu, teori Hawking, tidak semuanya bisa kita terima dengan mentah-mentah.

Seandainya benar, Rasulullah diperjalankan Allah melalui “lubang cacing” semesta, seperti yang diutarakan oleh Dr. H.M. Nasim Fauzi, harus diingat bahwa perjalanan tersebut adalah perjalanan lintas alam, yakni menuju ke tempat yang kelak dipersiapkan bagi umat manusia, di masa mendatang (surga).

Rasulullah dari masa ketika itu (saat pergi), berangkat menuju surga, dan pada akhirnya kembali ke masa ketika itu (saat pulang).

Dan dengan mengambil teladan peristiwa Isra, kita bisa ambil kesimpulan :
1. Manusia dengan kekuasaan Allah, dapat melakukan perjalanan lintas alam, untuk kemudian kembali kepada waktu normal.


2. Manusia yang melakukan perjalanan ke masa depan, namun masih pada ruang dimensi alam yang sama, tidak akan kembali kepada masa silam (mungkin sebagaimana terjadi pada Para Pemuda Kahfi).


3. Manusia sekarang, ada kemungkinan dikunjungi makhluk masa silam, tetapi mustahil bisa dikunjungi oleh makhluk masa depan. Hal ini semakin mempertegas, semua kejadian di masa depan, hanya dipengaruhi oleh kejadian di masa sebelumnya.

WaLLahu a’lamu bisshawab…



Kisah Wanita Kristen Berjilbab yang Berbicara Tentang Islam

21 Maret 2012



Ada banyak kisah menarik dan unik di dunia ini, termasuk kisah yang satu ini. Di kala banyak muslimah enggan untuk menutup auratnya dengan mengenakan jilbab apalagi berbicara tentang Islam, berbeda 180 derajat dengan seorang wanita Amerika satu ini, meski masih Kristen namun lebih suka mengenakan jilbab dan berani berbicara tentang Islam.

revival of Islamic faith foundation

Sejarah

 

© Copyright revival of Islamic faith foundation 2012 | Design by Atmadeeva Keiza | Published by Borneo Templates | Modified by Blogger Tutorials.