Revival Of Islamic Faith Foundation
News Update :

Kajian

Bantahan

Fiqih

Simbol "Dajal" Pada Maskot Olimpiade 2012

1 Juni 2012

Olimpiade London 2012 akan digelar di London, Inggris, Britania Raya pada 27 Juli sampai 12 Agustus 2012. Menurut Wikipedia, London akan menjadi kota pertama yang secara resmi mengadakan Olimpiade modern sebanyak tiga kali. Dua olimpiade sebelumnya telah digelar di London pada 1908 dan 1948.


Setiap pesta olahraga multieven pasti memiliki maskot. Olimpiade London 2012 menampilkan sosok Wenlock dan Mandeville sebagai maskot pesta olahraga terakbar tahun 2012 ini. Wenlock dan Mandeville adalah animasi yang menampilkan dua tetes baja dari industri baja di Bolton.

Wenlock diambil dari nama kota Much Wenlock di Shropshire. Sedangkan Mandeville diambil dari nama Stoke Mandeville, sebuah desa di Buckinghamshire tempat pendahulu Paralimpiade diadakan.


Yang mengejutkan, kedua maskot olimpiade London 2012 itu hanya memiliki satu mata besar. Bukankah itu simbol dajjal? Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, ''Aku memperingatkan kalian untuk melawannya (Dajjal) dan tidak ada Nabi yang memperingatkan umatnya untuk melawan. Tapi aku akan mengatakan sesuatu yang belum pernah diungkapkan oleh nabi sebelumku. Kalian harus tahu bahwa ia (dajjal) bermata satu...'

Dalam hadis lainnya disebutkan, Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA bahwasannya Rasulullah menyebutkan Dajjal di tengah-tengah manusia seraya berkata: ''Sesungguhnya Allah ta’ala tidak Buta. Ketauhilah bahwa al-Masih ad Dajjal buta sebelah kanannya. Seakan-akan sebuah anggur yang busuk.'' (HR. Bukhari)


Hampir semua kebudayaan sudah meramalkan kedatangan Dajjal. Simbol mata satu (All-Seeing Eye) alias Dajjal sudah ada sejak ribuan tahun lalu.contohnya Simbol RA yang terdapat dalam artefak Mesir Kuno. Sejak abad pertengahan, mata satu kini terserap dalam simbol-simbol Freemasonry (Perkumpulan Rahasia) yang digunakan dalam ritual mereka. Bahkan, kini simbol mata satu digunakan dalam berbagai hal, termasuk Maskot Olimpiade London ini?


Metode Berpikir Islami

31 Mei 2012




Dalam maka islam memandang berpikir sebagai media untuk mendekatkan diri kepada Allah (kebenaran) .Dengan berpikir,manusia akan memahami posisinya bahwa dia sebagai hamba,dan Allah sebagai Tuhan,sehingga logika-logika seperti ini bisa terus berjalan seiring dengan pemikiran-pemikiran kita.Dengan berpikir,kita menyadari betapa kecilnya kekuasaan kita dan besarnya kekuasaan Tuhan menciptakan Alam raya,dan kita mengetahuinya dari Quran.Banyak sekali ayat dalam Quran yang mengajak untuk berpikir,diri sendiri,alam raya,lingkungan, dan dengan berpikir manusia dapat mengenal kebenaran (al haq),yang kemudian diimani dan dipegan teguh dalam kehidupan
“Hanya orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran” (QS ar Rad: 19)
Logika yang terjadi ,dalam Quran disebutkan bahwa orang-orang yang mendurhakai Allah lah yang disebut “cacat intelektual”.Sebab betapapun mereka berpikir, bahkan ada yang turut membangun peradaban,namun selama proses berpikir tidak mengantarkan mereka terhadap derajat “takwa” ,maka selama itu pula mereka berada dalam possisi “tidak mengerti” atau jika meminjam istilah Quran , “laa yafqahuun,”laa ya’lamuun.”laa ya’qiluun”
Seseorang yang benar-benar memegang keilmiahannya,siap merubah pendirian,sikap,dan kepribadian,bahkan ideologis,sesuai dengan tuntutan dan konsekuensi pengetahuannya.Jika seseorang berusah dengan sungguh-sungguh ,maka seorang (ilmuwan) akan sampai pada konklusi bahwa ilmu apapun( khususnya ilmu empirikal dan eksperimental) yang akan dialami seseorang akan sampai pada kesimpulan bahwa Tuhan itu ada ,dan logisnya hanya ada satu, dan kita memilih Tuhan sebagai sesuatu yang eksis,dan sikap ilmiah sejati tidak hanya berhenti kepada pengakuan pasif,tetapi juga menuntut keberanian menyikapi keyakinan dan mempertahankanya dari stabilitas yang dapat mengganggu eksistensinya
Sumber-sumber Ilmu
Ketika kita sudah memilih Islam,maka Tuhan melalui Quran memberi tahu bahwa ada sumber ilmu untuk mengenalnya dan menamalkannya dalam kehidupan yaitu yang pertama Wahyu dan yang kedua Akal.Wahyu adalah sesuatu yang berasal dari Tuhan dan pasti benar. Secara logika manapun menyataka n bahwa Tuhan tidak mungkin salah,justru cacat logika jika menyatakan bahwa Tuhan itu salah Peryataan seperti itu tidak bahkan tidak pantas disebut pernyataan /sebuah premis, itulah sebabnya orang yang tidak menerima Islam disebut seperti yang sudah tertulis diatas..Sumber-sumber Ilahi dalam Islam yaitu dengan Quran dan Sunnah.Dengan berpikir,manusia dapat mengoperasionalkannya.
Sumber kedua yaitu Akal.Akal sudah memiliki kecenderungan untuk menemukan pengetahuan.Metode-metoe akal dalam menangkap pengetahuan dapat diperoleh dengan melalui indera,dan informasi diteruskan,lalu dengan logika yaitu secara rasional akal dapat menerimanya dengan benar.Seperti mustahilnya Tuhan salah( sangat logis),dan melalui berita yang disampaikan oleh orang lain,dan kebenarannya bergantung kepada narasumber.
Metode Berpikir Islami
Oleh karena itu, berpikir yang dapat dilakukan oleh semua manusia,namun tentu beda jika seorang berpikir seenaknya,dan menyimpulkan kesimpulan yang berbeda-beda,maka akan terjadi kekacauan sikap di dunia ini,Oleh karena itu adanya agama, yang menentuka standar bahwa sesuatu ini benar atau tidak,baik atau tidak,dan tentu bahwa stadar dalam agama Islam ,yaitu tentang berpikir dapat diarahkan dalam kerangka untuk mencapai sasaranya.Sebab diluar kerangka itu manusia akan terperangkap dalam pola pikir lepas kendali.
Wahyu adalah satu-satunya Sumber Aqidah dan Syari’ah
Setiap muslim secara logis menjadikan Al Quran dan sunnah sebagai satu-satunya sumber dalam konsep dan operasional sekaligus,tanpa memilah-milahnya.Al Quran merupakan wahyu dari Allah yang sudah merupakan aksioma dan menjadi prinsip.Jadi dasar kebenaran (al haq) adalah berasal dari Quran dan sunnah.Sehingga produk manusia merupakan sumber sekunder dan sumber Ilahi merupkan sumber utama.Pemikiran baru,filsafat, theology,, dll yang bertentangan dengan Quran dapat secara logis ditolak,sedangkan yang sejalan dapat dikompromikan.
Hubungan Antara Wahyu,Akal dan Metode Interpretasi Rasional
Peran akal sangat berguna untuk menangkap pesan (teks) Ilahi.Setelah metode pertama yang menjadikan wahyu sebagai sumber Aqidah dan Syariah,maka konsekuensi logis bahwa keimanan sebagai prasyarat Islam yaitu mengimani dua alam yaitu alam ghaib (metafisik)dan alam nyata.Spesifikasi alam ghaib ini berada dalam batas ruang dan waktu,sedangkan ruang dan waktu yaitu jalur akal itu sendiri.Sehingga untuk mengetahui sesuatu yang ghaib (Allah,malaikat,jin surga,neraka) kita hanya dapat mengetahui secara jelas dengan teks Ilahi (wahyu),sedangkan dengan akal yang diluar jalur,akan terbatas sekali.Akal berfungsi untuk menerima informasi dari wahyu,memahami,dan “membenarkan”
Atas dasar ini,kebenaran disekitar alam ghaib tidak dapat didiskusikan secara rasional dan menggunakan logika,tetapi kita terima dengan menggunakan wahyu( Quran dan sunnah).Penyimpulan general,penetapan sesuatu dapat dilakukan dengan tidak bertentangan dengan akal dan logika dan juga sejalan dengan wahyu.
Kekeliruan banyak orang yaitu seperti perkembangan ilmu filsafat yaitu mencampuradukkan peran akal terhadap fungsi memahami alam nyata dan alam ghaib yang sebenarnya merupakan diluar jalur kemampuan akal untuk mencerna lebih dalam.Namun,jika lihat secara seksama,akal manusia akan sangat berpotensi sekali jika berada dijalur yang benarnya ,Jika akal selama ini mampu memenemukan teori atom,membuat bom Atom,senjata nuklir,listrik,televisi,pesawat,menjelajah ruang angkasa dan kemampuan mengatur kehidupan manusia,maka dengan metode ini,kita seharsunya langsung mengetahui bahwa keberhasilan akal memang terjadi akrena akal bekerja pada jalurnya secara natural.Namun jika akal memasuki jalur “alam manusia” “alam ketuhanan” berarti ia beroperasi dalam alam yang tak terbatas, dan kabur,akibatnya akal bisa kehilangan orientasi dan menghasilkan konklusi yang berbeda-beda dan juga mungkin keliru
Mencari Kebenaran dengan Sikap Jernih
Sikap objektif diperlukan dalam mencari kebenaran.Ketika seseorang mencari jawaban kebenaran dari wahyu (Al Quran, dan sunnah)yang dilakukan bukan dengan tendensi tertentu,bukan untuk melemahkan pendapat lawan.Hakikat Qurani merupakan sebuah standar untuk menentukan sebuah kebenaran.Teori,falsafah,faham yang sangat banyak akan Nampak kabur tanpa adanya standar kebenaran,dan standar itu dipastika wahyu Ilahi yaitu Quran dan sunnah.
Perjalanan manusia untuk menemukan kebenaran sangatlah lamban,bahkan tidak tahu bahwa sesuatu itu benar atau tidak,maka Quran dan sunnah datang untuk membantu menemukan kebenaran
Kebenaran dalam Al Quran senantiasa parallel
Yang dimaksud disini ialah keharusan membandingkan antara kesimpulan yang didapat dari Quran melalui metode deduktif dengan kebenaran Al Quran yang mutlak.Hal ini didasari bahwa kebenaran Quran tidak mungkin terjadi kontradiksi didalamnya karena berasal dari sumber yang valid yaitu Tuhan.Jika pada kesimpulan ditemukan adanya kekeliruan,maka otomatis kesimpulan ditolak
Ketentuan aksioma yang terjadi ialah bahwa kaum muslimin sudah sepakat,dan secara Ilmiah dapat ditemukan kebenaran pada Quran yaitu:
1. Quran berasal dari Tuhan,kemungkinan –kemungkinan Quran dibuat oleh selain Tuhan secara logis tidak ada yang dapat membuktikannya.Kemungkinan bahwa Quran dibuat oleh muhamad,orang arab,orang luar selain arab,sumber yang majhul malah mebuktikan objek impossible bahwa sesungguhnay hanya keeksisan Tuhan saja yang mampu membuat Quran
2. Quran dijamin oleh Tuhan akan tejaga,artinya Quran merupakan kesatuan yang utuh tidak ada kontradiksi,dan tetap dari dahulu sampai sekarang.Tantangan-tantangan untuk membuat satu ayat/merubah/menambahi Quran tetap berlaku,dan terbukti secara ilmiah Quran yang ada pada zaman dahulu tetap sama dengan Quran zaman sekarang
Kesimpulan
Pertanyaan –pertanyaan tentang Islam mungkin banyak dibenak kita.Contohnya apakah logis Nabi Muhammad membelah bulan?,apakah logis Ibrahim dibakar namun tidak mati? Jika kita memahami dasar-dasar berpikir dengan jalurnya,maka pertanyaan ini akan terjawab dengan mudah.Sangat logis sekali bahwa nabi Muhammad pernah membelah bulan.Dasar berpikirnya ialah, Al Quran berasal dari Tuhan,sehingga logis sekali Tuhan menghendaki Muhammad membelah bulan.Lalu Quran merupakan sumber otentik yang tidak berubah .Sehingga dasar otoritas Tuhan dan otentitas Quran menjadi dasar berpikir.Justru tidak logis jika kita menyatakan bahwa Muhammad tidak bisa membelah bulan,karena itu menyalahi kebenaran (Tuhan).
Dengan sumber-sumber yang ilmiah yaitu Quran dan sunnah akan tetap menjadi hujjah terkuat umat Islam sejak zaman dahulu sampai sekarang.Tantangan-tantangan pemikiran-pemikiran akan terus berdatangan,namun Quran dan sunnah merupakan sumber pemikiran umt Islam.Peradaban berasal dari pemikirann,dan peradaban Islam yang jaya akan kembali selama metode berpikir islami, mendekat kepada Quran dan sunnah dijalankan,bukannya malah terpengaruh corak pemikiran peradaban lain

Empat Singa Anak-anak Hizbut Tahrir Bicara Tentang Pemenjaraan Ayahnya oleh Rezim Diktator

28 Mei 2012



Allahu Akbar, masa depan benar-benar di tangan Islam, fajar Khilafah segera memancarkan cahayanya. Ketika anak-anak di sini sibuk dengan bermain-main, bahkan tak sedikit yang terkotori budaya Barat, tapi tidak bagi anak-anak Hizbut Tahrir. Empat anak-anak Hizbut Tahrir berkata lantang menyerukan penghapusan penindasan dan menggantinya dengan sistem Khilafah.

Mereka adalah anak-anak dari Thami Najim, seorang anggota Hizbut Tahrir yang dipenjara oleh rezim Maroko. Keempat anak tersebut yang terdiri dari Jihad Najim, Muhammad Najim, Syahid Najim dan Amin Najim berbicara tentang pemenjaraan ayahnya oleh rezim korup Maroko.

"Wahai kaum Muslim di Maroko, kami mendorong Anda untuk menghapus penindasan di negeri kita," kata Muhammad Najim.

"Rezim Maroko telah menangkap ayah kami dan telah melenyapkannya dari kami, hanya disebabkan ia berusaha untuk meninggikan kalimah Rabb kami dan menolong Din kami, Islam yang agung, melalu pekerjaannya di Hizbut Tahrir," tambahnya lagi.

Ia mengatakan, Hizbut Tahrir sebagai sebuah partai politik Islam yang bekerja untuk membangkitkan kaum Muslim dan memungkinkan kaum Muslim kembali menjadi penguasa dunia dan membangun kembali Khilafah, janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah Saw.

Selanjutnya, ia membacakan firman Allah Swt dalam surat An-Nuur ayat 55, "Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar [keadaan] mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa."

Ia juga membacakan hadits Rasulullah Saw yang bersabda, “Di tengah-tengah kalian terdapat masa Kenabian yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada masa Kekhilafahan yang mengikuti manhaj Kenabian yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu saat Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada masa kekuasaan yang zalim yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada masa kekuasaan diktator yang menyengsarakan, yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu saat Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Selanjutnya akan muncul kembali masa Kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian.” Setelah itu Beliau diam. (HR Ahmad).

Jihad Najim, kakak tertua dari empat bersaudara tersebut mengingatkan kaum Muslim bahwa jika mereka tidak menghapus penindasan yang terjadi dan mengganti realitas kehidupan yang buruk ini, maka tidak ada kebaikan pada umat ini.

"Wahai ayah! Bersabarlah dan berpegang teguhlah, sesungguhnya balasannya adalah Jannah dengan izin Allah, dan untuk saudara-saudara Hizbut Tahrir, semoga Allah membalas pekerjaa," ujar Jihad Najim.

Ia dengan tegas menyatakan bahwa kemenangan datang tanpa diragulan lagi, dengan izin Allah, tidak peduli seberapa lama lagi penindasan akan ada, pada akhirnya semua itu akan lenyap.

Demikianlah, keberanian anak-anak Hizbut Tahrir di mana pada usia yang sangat belia tersebut, ia telah serius memikirkan urusan umat ini dan menyerukan kaum Muslim untuk menegakkan Khilafah. Lalu bagaimana dengan anak-anak di negeri ini? Bagaimana pula dengan anak-anak kita? Yang jelas ide-ide liberal kebebasan para penjajah terus menerus ditancapkan ke benak anak-anak negeri ini, mengancam masa depan mereka.

Masa depan ada di tangan Islam, ada di tangan generasi muda muslim hari ini. Sudah saatnya, kaum Muslim mendidik dan membina anak-anak mereka dengan Islam secara utuh di saat sistem sekuler berusaha mencengkram dan merusak akidah mereka sesuai dengan kepentingan penjajah.

Tentu, kaum Muslim tidak bisa membiarkan kerusakkan generasi Muslim terus berlanjut. Harus segera lahir, sebuah generasi yang menjadikan Islam sebagai standar hidup, karena dengan Din yang mulia inilah segala bentuk penjajahan di muka bumi akan dihapuskan. Insya Allah, fajar Khilafah tengah memancar! Takbir, Allahu Akbar

Blog Ahlussunnah

Nabi Muhammad SAW Telah Di Disebutkan Namanya Dalam Alkitab

27 Mei 2012

Hikwo mametaqqim wakullwo mahamadim zeh
dwodi wazeh rei benwot yerusalaim” (Bahasa Hebrew* )
“Kata-katanya adalah semanis kata-kata, dia adalah pemilik sifat-sifat yang terpuji.
Inilah kekasihku, inilah sahabatku, O puteri-puteri Yerussalem”
(Terjemahan Bahasa Inggris : Versi King James)
Al Quran menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW disebutkan didalam Injil dan Zabur (Alkitab), oleh karena itu saya pun mencari didalam Alkitab tetapi tidak menemukan nama beliau. Akhirnya kemudian saya menyadari bahwa nama beliau disebutkan didalam naskah Hebrew yang asli seperti yang dikutip diatas dari The Song of Solomon (yang merupakan sebuah buku Alkitab)

ALASAN KENAPA SAYA TIDAK MENEMUKAN NAMA BELIAU DI DALAM ALKITAB BERBAHASA INGGRIS


Dalam Alkitab Hebrew, kata Muhammad SAW disebutkan dengan kata Mahamadim, yang merupakan nama utusan Allah SWT yang penutup dan terakhir, jika anda menghilangkan kata “im” dari kata Mahamadim, maka akan menjadi kata Mahamd, karena “im” digunakan untuk bentuk jamak dalam bahasa Hebrew.

Ketika kita menterjemahkan suatu kalimat kedalam suatu bahasa, kita tidak ikut menterjemahkan kata benda / Noun (nama) , contohnya ketika kita mengatakan dalam bahasa Inggris “Mr. Black is coming (Tuan Black datang)” maka kita tidak akan menterjemahkannya dalam bahasa Urdu menjadi “Mr. Kala aa rha hai” tapi kita akan mengatakan “Mr. Black aa rha hai” oleh karena itu Mr. Black akan tetap menunjukkan Mr. Black juga dalam bahasa Urdu.

Seperti yang telah dikemukakan diatas bahwa Nabi Muhammad SAW disebut didalam Bahasa Hebrew sebagai Mahamadim, tetapi kemudian kaum terpelajar kristen menterjemahkan Mahamadim menjadi “pemilik sifat-sifat yang terpuji” yang mana mereka tidak punya hak sama sekali untuk merubahnya.

Dan sekarang seluruh umat kristiani membaca Alkitab tetapi mereka tidak menemukan adanya “Nabi Islam” dalam Alkitab tersebut. Kemudian saya kembali terkejut ketika membaca ayat yang sama dalam terjemahan bahasa Urdu di internet yang menuliskan “
“Haan aye yroshilam ki Aourto! Usska munh tamaam se sheereen angez hai,
wo mera mahboob hai, wo meri pyari hai”
dalam terjemahaan tersebut saya bahkan tidak menemukan sama sekali nama Nabi Muhammad SAW disebutkan, bahkan tidak juga ditemukan terjemahaan bagi kata Mahamadim dalam Alkitab berbahasa inggris.

Terjemahan Bahasa Inggris :-
“Kata-katanya adalah semanis kata-kata, dia adalah pemilik sifat-sifat yang terpuji. Inilah kekasihku, inilah sahabatku, O puteri-puteri Yerussalem”
Jika anda mengetahui Bahasa Urdu silahkan cek terjemahaan ini, Apakah ini terjemahaan yang tepat??
Terjemahan Bahasa Urdu :-
“Haan aye yroshilam ki Aourto! Usska munh tamaam se sheereen angez hai, wo mera mahboob hai, wo meri pyari hai”

Preposisi yang digunakan dalam terjemahaan Bahasa urdu ini menggambarkan feminim yang menunjukkan seolah-olah Sulaiman AS (dalam Bahasa Inggris disebut Solomon) sedang membicarakan beberapa wanita cantik. Namun dalam terjemahaan bahasa Inggris preposisi tersebut digunakan sebagai penggambaran maskulin. Membingungkan!!!………….. Mari kita lihat apa yang dikatakan dalam kutipan bahasa Hebrew?

Bahasa hebrew bagi preposisi tersebut adalah “ZEHDUDI”. Jika kita memisah kata tersebut menjadi “ZEH-DUDI”, dimana “ZEH” berarti “ini” (bagi laki-laki) dan “DUDI” berarti “kekasihku” maka terjemahaannya akan menjadi “inilah kekasihku”, dari satu contoh ini kita bisa melihat bahwa inilah yang disebutkan didalam Firman Tuhan.

TERJEMAHAAN YANG BENAR ADALAH
“Kata-katanya adalah semanis kata-kata, dialah Muhammad SAW. Inilah kekasihku, inilah sahabatku, O puteri-puteri Yerussalem”


Note: * Bahasa Hebrew dalam bahasa Indonesia sering juga disebut bahasa Ibrani

revival of Islamic faith foundation

Sejarah

 

© Copyright revival of Islamic faith foundation 2012 | Design by Atmadeeva Keiza | Published by Borneo Templates | Modified by Blogger Tutorials.