Revival Of Islamic Faith Foundation
News Update :

Kajian

Bantahan

Fiqih

Trinitas membingungkan

27 April 2013

Haruskah Kita Percaya Kepada Trinitas ???

GEREJA Katolik Roma berkata: “Tritunggal adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan doktrin utama agama Kristen...

Jadi, dalam kata-kata Kredo Athanasia: ‘sang Bapa adalah Allah, sang Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, namun tidak ada tiga Allah melainkan satu Allah.’ Dalam Tritunggal ini... Pribadi-Pribadinya sama kekal dan setara: semuanya tidak diciptakan dan mahakuasa.”-The Catholic Encyclopedia.

Hampir semua gereja lain dalam Susunan Kristen menyetujuinya. Misalnya, Gereja Ortodoks Yunani juga menyebut Tritunggal “doktrin dasar dari Kekristenan,” bahkan mengatakan: “Orang Kristen adalah orang-orang yang menerima Kristus sebagai Allah.”

Dalam buku Our Orthodox Christian Faith, gereja yang sama berkata: “Allah adalah suatu kesatuan tiga serangkai... Sang Bapa adalah Allah sepenuhnya. Sang Anak adalah Allah sepenuhnya. Roh Kudus adalah Allah sepenuhnya.”

Jadi, Tritunggal dianggap sebagai “satu Allah dalam tiga Pribadi.” Masing-masing dikatakan tidak mempunyai permulaan, ada dari kekal sampai kekal. Masing-masing dikatakan mahakuasa, dan masing-masing tidak lebih besar atau lebih kecil daripada yang lainnya.

Apakah gagasan demikian sukar dimengerti? Banyak orang beriman yang tulus merasa hal itu membingungkan, bertentangan dengan akal sehat, benar-benar sulit dipahami.

Bagaimana mungkin, sang Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah, dan roh kudus adalah Allah, namun tidak ada tiga Allah melainkan hanya satu Allah?


“Di Luar Jangkauan Akal Manusia”

KEBINGUNGAN ini tersebar luas. The Encyclopedia Americana mengatakan bahwa Tritunggal dianggap “di luar jangkauan akal manusia.”

Banyak orang yang menerima Tritunggal menganggapnya demikian. Monsignor Eugene Clark berkata: “Allah itu satu, dan Allah itu tiga. Karena tidak ada ciptaan yang seperti ini, kita tidak dapat mengertinya, tetapi menerimanya saja.”

Kardinal John O’Connor berkata: “Kami tahu ini suatu misteri yang sangat dalam, yang sama sekali tidak kita mengerti.” Dan Paus Yohanes Paulus II berkata mengenai “misteri yang tidak dapat dimengerti tentang Allah Tritunggal.” Jadi, A Dictionary of Religious Knowledge berkata: “Tepatnya apa doktrin itu, atau bagaimana hal itu harus dijelaskan, para penganut Tritunggal pun tidak mencapai kata sepakat di antara mereka sendiri.”

Maka, kita dapat mengerti mengapa New Catholic Encyclopedia berkata: “Hanya sedikit diantara guru-guru teologi Tritunggal di seminari-seminari Katolik Roma yang pada suatu waktu tidak dipojokkan oleh pertanyaan, ‘Tetapi bagaimana kita akan berkhotbah tentang Tritunggal?’ Dan jika pertanyaan itu merupakan gejala kebingungan di pihak para siswa, kemungkinan hal itu juga merupakan gejala kebingungan yang serupa di pihak guru-guru mereka.”

Kebenaran dari pernyataan di atas dapat dibuktikan dengan mengunjungi suatu perpustakaan dan memeriksa buku-buku yang mendukung Tritunggal. Tak terhitung banyaknya halaman yang ditulis dalam upaya untuk menjelaskannya. Namun, setelah bersusah payah memeriksa istilah-istilah teologi yang membingungkan dan penjelasannya, para peneliti masih tetap tidak puas.

Mengenai ini, imam Yesuit Joseph Bracken mengatakan dalam bukunya What Are They Saying About the Trinity?: “Para imam yang dengan cukup banyak upaya telah mempelajari...
Tritunggal selama tahun-tahun mereka di seminari tentu saja ragu-ragu untuk menyampaikannya kepada jemaah mereka dari mimbar, bahkan pada hari Minggu. Tritunggal... Untuk apa seseorang akan membuat umatnya bosan dengan sesuatu yang pada akhirnya pun tidak akan mereka mengerti dengan benar?”

Ia juga berkata: “Tritunggal adalah soal kepercayaan formal, namun hal itu hanya sedikit atau tidak [berpengaruh] dalam kehidupan dan ibadat Kristen sehari-hari.” Meskipun demikian, ini adalah “doktrin utama” dari gereja-gereja!

Teolog Katolik Hans Kung menyatakan dalam bukunya Christianity and the World Religions bahwa Tritunggal merupakan satu alasan mengapa gereja-gereja tidak berhasil membuat kemajuan yang berarti di kalangan orang bukan Kristen. Ia berkata: “Bahkan orang Muslim yang terpelajar, sama sekali tidak dapat mengerti, sebagaimana juga orang-orang Yahudi sebegitu jauh tidak dapat memahami, gagasan mengenai Tritunggal...

Perbedaan yang dibuat oleh doktrin Tritunggal antara satu Allah dan tiga hypostase [zat] tidak memuaskan orang Muslim, yang bukannya merasa mendapat penjelasan, tetapi justru merasa bingung, oleh istilah-istilah teologi yang berasal dari bahasa Syria, Yunani, dan Latin.

Orang-orang Muslim menganggap ini semua permainan kata... Mengapa seseorang ingin menambahkan sesuatu kepada gagasan mengenai keesaan dan keunikan Allah yang hanya dapat mengencerkan atau meniadakan keesaan dan keunikan itu?”


“Bukan Allah yang Suka Pada Kekacauan”

BAGAIMANA doktrin yang begitu membingungkan seperti Tritunggal muncul? The Catholic Encyclopedia menyatakan:
“Sebelum adanya penyingkapan Ilahi, diperlukan sebuah dogma yang misterius seperti itu.”

Sarjana Katolik Karl Rahner dan Herbert Vorgrimler menyatakan dalam Theological Dictionary mereka: “Tritunggal... dalam arti yang sesungguhnya..., adalah suatu misteri yang tidak dapat dipahami tanpa wahyu ilahi, dan bahkan setelah disingkapkan tidak dapat dimengerti sepenuhnya.”

Tetapi, dengan berkukuh bahwa Tritunggal adalah misteri yang begitu membingungkan karena berasal dari wahyu ilahi, mereka menciptakan problem besar lain. Mengapa? Karena dalam wahyu ilahi itu sendiri tidak ada pandangan demikian mengenai Allah: “Allah... bukan Allah yang suka pada kekacauan.”-1 Korintus 14:33, Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS).

Mengingat pernyataan itu, mungkinkah Allah akan mencetuskan doktrin mengenai diri-Nya sendiri yang begitu membingungkan sehingga bahkan para sarjana Ibrani, Yunani, dan Latin tidak dapat menjelaskannya?

Selain itu, apakah orang-orang harus menjadi teolog untuk dapat ‘mengenal satu-satunya Allah yang benar dan Yesus Kristus yang telah Ia utus?’ (Yohanes 17:3) Jika demikian halnya, mengapa begitu sedikit dari para pemimpin agama Yahudi yang terpelajar mengakui Yesus sebagai Mesias?

Sebaliknya, murid-muridnya yang setia, adalah petani-petani, nelayan, pemungut cukai, ibu-ibu rumah tangga yang sederhana. Orang-orang sederhana tersebut begitu yakin dengan apa yang Yesus ajarkan tentang Allah sehingga mereka dapat mengajarkannya kepada orang lain dan bahkan rela mati demi kepercayaan mereka-Matius 15:1-9; 21: 23-32, 43; 23:13-36; Yohanes 7:45-49; Kisah 4:13.

Sumber : al-islah on line

Haruskah Kita Percaya Kepada Trinitas ??

Tentang trinitas ini kita telah mengetahui bahwa tidak ada kata-kata tentang Trinitas di dalam Injil dan tidak pernah diajarkan oleh Yesus.
Dengan pengetahuan ini, maka kita menjadi sangat heran kenapa konsep ini justru menjadi dasar yang sangat kuat di dalam ajaran Kristen sekarang ini.

Jika menjadi seorang Kriasten, berarti harus berpegang teguh thd ajaran Yesus, maka memegang teguh prinsip Trinitas yang sama sekali tidak pernah diajarkan oleh Yesus, tentunya bukan merupakan orang kristen yang sebenarnya.

Memang di dalam Injil disebutkan tentang Bapa, Anak dan Roh Kudus seperti didalam Injil King James yang ditulis th 1611:

"For there are three that bear witness in heaven, the Father, the Word and the Holy Spirit and those three are one. And there are three that bear witness on earth; the Spirit the water and the blood, and these three agree as one." #74 (First Epistle of John 5:7-8)

(Mereka bertiga yang bersumpah di Surga, Bapa, Kalimatnya, dan Roh Kudus dan mereka bertiga adalah satu. Dan mereka bertiga yang bersumpah di muka Bumi, Roh air dan Darah, dan ketiganya setuju bahwa mereka adalah satu)

Namun demikian, kalimat: "Mereka bertiga yang bersumpah di Surga, Bapa, Kalimatnya, dan Roh Kudus dan mereka bertiga adalah satu" telah DIHILANGKAN di Versi standard yang direvisi th 1952 dan 1971, serta di Injil-Injil lain seperti terbitan yang punya tambahan di dalam huruf yunani.

Ayat yang sama dalam Injil berbunyi:
"And it is the spirit who bears witness, because the spirit is truth. For there are three that bear witness, the spirit and the water and the blood, and the three are in agreement." #75 (The American Standard Bible, First Epistle of John
5:7-8)

Di Injil Lain ayat yang sama:

"For there are three witness bearers, the spirit and the water and the blood, and the three are in agreement." #76 (New World Translation of the Holy Scripture, First Epistle of John 5:7-8)

Lebih jauh, Konsep Trinitas menawarkan hal yang sangat tidak masuk akal ketika membicarakan Bapa sebagai sang pencipta, Anak sebagai Penebus dosa dan Roh sebagai sang Spirit as Sanctifier!

Konsep tidak masuk akal ini yang membawa kita kepada kepercayaan bahwa Tuhan itu tiga dengan masing-masing fungsinya, tentunya sangat bertentangan dengan konsep bahwa Tuhan itu satu yang kekal tiada bandingnya..

Konsep Trinitas dirumuskan oleh Athanasius (seorang yang keblinger dari Alexandria Mesir) #77 (The History of Christianity, a Lion Handbook, p.172-177).

Rumusan ini kemudian diterima pd pertemuan Nicaea th 325 AD atau tiga abad setelah wafatnya Yesus. Sehingga tidak aneh jika Paganisme roma berpengaruh besar pd ajaran ini yaitu Tiga kesatuan Tuhan. (the Triune God).

Hari Sabath yang jatuh di hari sabtu diganti hari Minggu, Kelahiran Anak-Tuhan yang bernama Mithra pd tgl 25 Desember dikenalkan sebagai hari lahirnya Yesus. Serta banyak ajaran tradisi yang kemudian di transfer menjadi ajaran Kristen, seperti penggunaan Lilin,pohon yang dihiasi untuk perayaan Natal, incense and garlands.

Tradisi-tradisi ini pada awalnya ditentang oleh Gereja karena merupakan simbol dari tradisi Jahiliah, namun sekarang hal ini menjadi hal yang LUMRAH.


Apakah Konsep Ketuhan Yesus merupakan penyelesaian Politik?

Untuk menganalisa alasan kenapa Gereja mau mengadopsi kosep ketuhanan Yesus pd waktu itu yaitu sesudah wafatnya Yesus, sementara semua Kitab menyatakan dengan tegas bahwa Yesus adalah seorang Nabi dan bahkan Yesus sendiri tidak pernah mengklaim ketuhanan itu sendiri.

Pada waktu itu Gereja mempunyai tugas ganda :
Pertama, sebagai lembaga yang menyediakan bimbingan keagamaan dan sebagai tempat orang untuk melaksanakan peribadatan.
Kedua, Gereja terlibat dalam pemerintahan dan pengaturan negara.

Agama dan politik waktu itu merupakan dua hal yang TIDAK TERPISAHKAN. Seseorang yang berani menentang Gereja akan dengan kejam dihukum.

Gereja sudah sangat menyadari tentang sejarah Israel, mengetahui bahwa banyak Nabi telah diturunkan dan berakhir serta dilupakan orang.

Gereja juga menyadari bahwa inti ajaran keimanan adalah figure dari Yesus , maka untuk menjaga keberadaanya, Gereja harus menjaga hubunganya dengan Yesus.

Dengan demikian garansi agar Yesus tidak terlupakan sehingga Gereja tetap berkuasa, maka diciptakan konsep tentang Ketuhanan Yesus.

Karena sebagai seorang Nabi saja mungkin bisa dilupakan, tetapi sebagai tuhan tentu tidak akan terlupakan. Sehingga jika Yesus diangkat sebagai figure tuhan, Gereja tentu tidak pernah akan kehilangan pengaruh dan authoritasnya.

Ketuhanan Yesus diadopsi bersamaan dengan konsep Trinitas yang merupakan bentuk rekonsiliasi dengan Penguasa Roma.

Namun demikian jika ditanyakan bagaimana mungkin Tuhan itu satu tapi tiga atau sebaliknya, atau bagaimana mungkin Tuhan sebagai Bapa dan sebagai anak pada waktu yang bersamaan, Gereja akan menjawab :

"Percaya saja (beriman saja), itulah misterinya". ("Just have faith!" and "That is the mystery of it!" Atau "Tutuplah matamu dan ikuti aku."

Tidak perduli apakah itu masuk akal atau tidak selama kamu percaya apa yang mereka katakan. Tetapi tentu saja apapun konsepnya, jika berisi tentang sesuatu yang misterius dan tidak rasional , pasti mengandung suatu kesalahan, karena kebenaran TIDAK PERNAH tidak masuk akal.

Secara sejarah, konsep Trinitas merupakan bentuk penyelewengan kitab suci, tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara filosofi, dan juga secara matematik merupakan konsep yang tidak bisa dimengerti dan salah.

Ajaran lain yang tidak pernah diajarkan oleh Yesus adalah ajaran tentang Dosa Asal.

Menurut konsep ini kita semua harus memikul dosa yang dilakukan Adam . Dengan demikian kita semua terlahir dengan dosa bawaan yang harus kita tanggung.

Ajaran ini bertentangan dengan kalimat Yesus yang tertuang pd ayat berikut:

"Let the children come to me, and do not forbid them; for of such is the kingdom of heaven." #94 (Mathew 19:14)

Karena di surga tidak ada dosa , dengan demikian anak-anak merupakan kerajaan surga, maka kita mengetahui bahwa anak-anak itu bebas dari segala macam dosa.

Ajaran tsb tidak pernah diajarkan oleh Yesus, tetapi merupakan tambahan ajaran yang dilakukan setelah Yesus wafat, dengan demikian hal ini menyebabkan suatu delima thd orang kristen yang mencoba melakukan rekonsiliasi terhadap Perjanjian lama dan juga penolakanya terhadap Judaism (Ajaran agama Yahudi).

Hal ini menjadi lebih terbukti jika kita mengikuti pertanyaan sbb:

Bagaimana mungkin Tuhan yang Tunggal sebagaimana disebut dlm Perjanjian lama, tiba-tiba muncul konsep Trinitas, bahwa Tuhan tiga tetapi satu ???

Apakah Tuhan memang tiga tetapi satu sperti konsep itu ???

jika demikian kenapa pengetahuan semacam ini tidak pernah diajarkan kpd orang-orang Israel (Yahudi)?

Bukankah di dalam Perjanjian-lama diceritakan tentang Para Nabi dengan semua Kitab Sucinya yang berasal dari tuhan?
Kenapa semua Nabi tsb selalu mengajarkan bahwa Tuhan itu Satu (Tunggal)?
Apakah konsep Trinitas (Tiga tetapi satu) itu merupakan ajaran rahasia yang kemudian dengan tiba-tiba dimunculkan kepermukaan?.

Barangkali karena pertanyaan-pertanyaan ini tidak pernah terjawab secara memuaskan, maka kita jangan heran jika mendapatkan Gereja-Gereja (di barat) sekarang ini selalu dalam keadaan kosong .

Jangan heran jika gereja juga dituduh mempunyai kepercayaan ganda (Double think) yang oleh George Orwell kepercayaan ganda ini diterjemahkan sebagai:

(Kepercayaan ganda (double think) adalah kekuatan untuk meyakini dua macam kepercayaan yang bertentangan sekaligus, dan menerima kedua-duanya). #95 ( "1984", George Orwell, page 220)

Akar masalah dari kepercayaan ganda ini adalah mempercayai konsep Trinitas (Tiga tetapi satu) dan Ke-Esa-an Tuhan secara bersamaan.

Bukan hal yang aneh jika banyak ilmuwan (scholars) terkemuka yang secara terang-terangan menentang konsep ganda seperti Trinitas.

Kelompok ilmiwan kristen yang lebeih dikenal sebagai Kelompok "Unitarians" hanya mempercayai konsep Ke-Esa-an Tuhan, dan menentang penggunaan kata "Anak". Kelompok ilmuwan ini antara lain adalah Iranaeus, Diodorus, Lucian and Arius.

Iranaeus (130-200 A. D.), yang dihukum mati pd th 200 A. D., secara sengit menentang Paus yang menyuntikan filosofi Pagan (jahiliah) dan Platonic kedalam ajaran Kristen .

Lucian yang karena kepercayaanya juga dengan sadis dihukum mati pd th 312 A. D. menentang tendensi pengartian Kitab Suci dengan memakai simbol-simbol dan mitos-mitos. Dia hanya percaya bahwa Yesus adalah lebih rendah dari Tuhan.

Arius (250-336), murid besar Lucian, merupakan pengeritik besar dari Gereja Pauline.

Ajaran "Unitarian" kristen ini terus berkembang dan dilanjutkan ilmuwan-ilmuwan beasar ternama . Dalam Catatan sejarahnya, Sir Isaac Newton (1642-1727) memberikan pernyataan thd konsep trinitas sbb:

"Let them make good sense of it who are able. For my part I can make none." #97

(Biarkan mereka menerima ajaran itu bagi yang bisa, untuk ku aku tidak bisa melakukan itu) (Anti-Trinitarian Biographies III, A. Wallace, page 428)

Joseph Priestly (1733-1804), sang penemu oxyangen, juga menentang Trinitas dan menyatakan bahwa Yesus adalah seorang manusia biasa.. Para ilmuwan lain yang mengikuti jejak ini termasuk Milton (1608-1674), William Channing (1780-1842) , serta John Locke (1632-1704).

Gereja bukanlah konsep yang didirikan oleh Yesus. Beliau tidak pernah sekalipun membangun konsep hirarcy tentang Pastur atau Pendeta, yang bertindak sebagai mediator antara manusia dan Tuhan.

Tetapi Gereja sekarang mengajarkan kpd pengikutnya bahwa penebusan dosanya akan diterima jika mereka melakukan apa yang Gereja katakan saperti itu .

Dari mana Gereja mendapatkan Autoritas ini?
Penolakan tentang berlakunya otoritas Gereja itu sekarang ini terjadi dengan sekala yang luar biasa besarnya melebihi penolakan thd Gereja yang pernah terjadi sebelumnya.

revival of Islamic faith foundation

Sejarah

 

© Copyright revival of Islamic faith foundation 2012 | Design by Atmadeeva Keiza | Published by Borneo Templates | Modified by Blogger Tutorials.