Revival Of Islamic Faith Foundation
News Update :

Seluruh Al Qur’an Berisi Tauhid

20 Juni 2011


 Bismillah...
Ketahuilah saudaraku, bahwa seluruh ayat Al Qur’an berbicara tentang tauhid. Al Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah menjelaskan di dalam kitab beliau Madarijus Salikin,
“Seluruh surat di dalam Al Qur’an terkandung padanya tauhid yang mempersaksikan dan yang selalu menyeru kepadanya. Karena Al Qur’an isinya kalau bukan pemberitaan tentang Allah, nama-nama, sifat-sifat serta perbuatan-Nya dan ini adalah tauhid al ilmi wal khabari (ilmu dan pemberitaan), maka isinya adalah dakwah kepada peribadahan untuk Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya dan meninggalkan semua yang disembah selain Allah dan ini adalah tauhid al iradiy wath-thalabiy (kehendak dan tuntutan).


Selain itu isi Al Qur’an kalau bukan perintah, larangan dan kewajiban untuk mentaati Allah dalam larangan dan perintahnya dan ini adalah hak-hak tauhid dan penyempurnanya, maka isinya adalah pemberitaan tentang karamah Allah terhadap orang-orang yang bertauhid dan taat kepada-Nya, dan apa-apa yang tentukan baginya di dunia dan perkara-perkara apa yang menyebabkan mereka menjadi mulia di akhirat dan ini adalah balasan mentauhidkan Allah.

Al Qur’an juga mengandung pemberitaan tentang pelaku kesyirikan dan apa-apa yang Allah tentukan baginya di dunia serta berbagai balasan di dunia yang menyengsarakan mereka, dan apa saja yang akan menimpa mereka kelak dari berbagai azab, ini merupakan pemberitaan tentang orang yang keluar dari ketentuan hukum tauhid. Maka seluruh Al Qur’an mengandung perkara tauhid, hak-haknya dan balasan-balasannya. Begitu juga perkara syirik, pelakunya, serta balasan untuk mereka.”

(Sekian penukilan dari Ibnul Qayyim).
Kalau boleh kita simpulkan dari ucapan beliau, seluruh ayat Al Qur’an isinya akan kembali kepada perkara-perkara sebagai berikut:

1. Pemberitaan tentang Allah, nama-nama, sifat-sifat serta perbuatan-Nya.
2. Seruan untuk mentauhidkan Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya dan meninggalkan semua yang disembah selain Allah.
3. Konsekuensi tauhid dan penyempurnanya berupa perintah dan larangan dari Allah ta’ala
4. Pemberitaan tentang karamah Allah yang diberikan kepada orang-orang yang bertauhid dan taat kepada-Nya
5. Balasan baik di dunia dan di akhirat bagi orang-orang yang mentauhidkan Allah dan menaatinya.
6. Pemberitaan tentang pelaku kesyirikan
7. Balasan baik di dunia maupun di akhirat bagi orang-orang yang melakukan kesyirikan

Sebagai contoh, mari kita perhatikan surat Al Fatihah yang kita baca setiap hari. Allah ta’ala berfirman,
Di dalam ayat:

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
(Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam) terkandung tauhid.
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
(Maha Pemurah lagi Maha Penyayang) terkandung tauhid.
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
(Yang menguasai hari pembalasan) padanya terkandung tauhid.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
(Hanya kepada Engkaulah kami menyembah) merupakan tauhid.
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
(Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan) adalah tauhid.
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
(Tunjukilah kami jalan yang lurus) merupakan tauhid yang berkaitan dengan permintaan petunjuk kepada jalannya para pengikut tauhid yang diberi nikmat oleh Allah.
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ
(Bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat). Yaitu orang-orang yang meninggalkan tauhid.

Maka wajib bagi kita untuk mengenal Allah ( tauhid ) sebelum kita beribadah & beramal  karena  suatu  ibadah  itu  diterima  jika  Tauhid  kita  benar  &  tidak  tercampur  dengan  kesyirikan  ( menyekutukannya  dalam  peribadatan  )  , maka  tegaknya  ibadah  &  amalan  kita harus didasari terlebih dahulu dengan At Tauhid.

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (Qur’an 5:72)

Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu" (QS An Nahl: 36)
"Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan" (QS At Taubah: 31)
"Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)" (QS Az Zumar: 2-3)
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus" (QS Al Bayinah: 5)
Bila kita buka Al Qur’an dan mencermati satu-persatu ayatnya, pastilah akan kita dapati bahwa seluruh ayat Al Qur’an berbicara tentang permasalahan tauhid.
Sebagai penutup aku akan nukilkan ucapan indah dari Al Imam Asy Syaukani dalam kitab beliau “Irsyaduts-Tsiqat ila Ittifaqisy-syara’i’ ‘ala Tauhid wal-Miad wan-nubuwaat”,
“Jika seseorang mengambil mushaf yang mulia kemudian berhenti di bagian yang dia inginkan, atau tempat yang dia suka, atau posisi mana pun yang dia kehendaki, niscaya dia akan menemukan perkara tauhid dalam keadaan terbentang luas di dalam Al Quran, dari pembukaan sampai akhirnya”.

Wabillahit taufiq.
--------------------------------------------------------------
Referensi:
- Al Mukhatsahr Mufid fi Bayani Dala’ili Aqsamit Tauhid, Prof. DR. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al Abbad, Ghiras Lin Nasyr wat Tauzi’, KSA 1423H/2002 M.

Share this Article on :

0 comments:

Posting Komentar

 

© Copyright revival of Islamic faith foundation 2012 | Design by Atmadeeva Keiza | Published by Borneo Templates | Modified by Blogger Tutorials.